AALI
9350
ABBA
284
ABDA
0
ABMM
2430
ACES
730
ACST
202
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
795
ADMF
8125
ADMG
176
ADRO
3170
AGAR
322
AGII
2240
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
112
AHAP
104
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
156
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1160
AKSI
270
ALDO
750
ALKA
294
ALMI
300
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.51
0.4%
+2.15
IHSG
7103.58
0.15%
+10.31
LQ45
1009.34
0.35%
+3.55
HSI
19938.56
-0.51%
-102.30
N225
28864.25
-0.03%
-7.53
NYSE
15794.33
-0.06%
-10.05
Kurs
HKD/IDR 190
USD/IDR 14,725
Emas
843,472 / gram

Pemerintah Bangun 1.500 Unit Rumah Sementara Korban Erupsi Semeru

ECONOMICS
Lukman Hakim
Rabu, 05 Januari 2022 07:11 WIB
Pemprov Jatim akan membangun sebanyak 1.500 unit rumah sementara korban erupsi Gunung Semeru, Lumajang, di atas lahan milik Perhutani seluas 81 hektare.
Pemerintah Bangun 1.500 Unit Rumah Sementara Korban Erupsi Semeru (FOTO: MNC Media)
Pemerintah Bangun 1.500 Unit Rumah Sementara Korban Erupsi Semeru (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah Provinsi Jatim akan membangun sebanyak 1.500 unit rumah sementara korban erupsi Gunung Semeru, Lumajang, di atas lahan milik Perhutani seluas 81 hektare.

"Saat ini masih dilakukan pemadatan tanah di lahan relokasi hunian baru untuk penyintas erupsi Gunung Semeru di kawasan Perhutani. Nantinya pembagunan Huntara akan dilakukan secara bertahap. Sejauh ini sudah lebih dari 25 hektar lahan yang sudah dilakukan pemadatan," kata Plh Sekdaprov Jawa Timur (Jatim) Heru Tjahjono saat meninjau lokasi Hunian Sementara (Huntara) korban Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru, di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, dikutip Rabu (4/1/2022).

Heru menambahkan, total telah disediakan lahan seluas 81 hektare milik Perhutani yang akan dimanfaatkan sebagai Huntara. Dari jumlah luasan tersebut, rencananya akan didirikan 1.500 unit hunian sementara ditahap pertama. "Siteplan dan design Huntara yang terdiri dari ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi serta fasilitas penunjang lainnya," katanya.

Rencananya, di lokasi Huntara tersebut juga akan didirikan beberapa fasilitas umum diantaranya  masjid, kandang terpadu, TPQ, madrasah,  sekolah, ada lahan pemakaman, dan lain sebagainya.  Selain itu, Heru menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Bupati Lumajang Thoriqul Haq untuk memerintahkan agar Huntara tersebut teraliri listrik. 

"Pembangunan Huntara harus melalui tahapan proses sesuai dengan ketentuan. Land clearing kita sudah selesaikan, selanjutnya akan nanti dilanjutkan tahap berikutnya," ujar mantan Bupati Tulungagung tersebut.

Selain meninjau Huntara, Heru juga meninjau Jembatan Jugosari Lumajang yang terputus akibat diterjang banjir lahar Gunung Semeru. Heru ingin memastikan warga yang bermukim disekitaran jembatan tersebut telah direlokasi ke tempat yang lebih aman. "Hal ini dikhawatirkan, untuk mengantisipasi apabila terjadi banjir susulan," katanya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD