"Jika kelemahan kebijakan ini bisa diatasi dan kebijakan ekonomi ditransformasikan menjadi outward looking maka investasi luar negeri akan masuk karena ada sistem insentif, dukungan infrastruktur yang baik dan birokrasi yang ramah dan efisien," ujarnya.
Dia menambahkan, perubahan orientasi kebijakan juga tidak berarti mengesampingkan investasi dalam negeri. Justru, investasi domestik dapat tumbuh bersamaan dengan masuknya investasi asing apabila kebijakan ekonomi diarahkan untuk mendorong ekspor.
Menurut Didik, sektor industri juga akan berkembang lebih baik melalui penguatan industri berbasis sumber daya nasional atau resource based industry. Industri Indonesia perlu diarahkan untuk mampu menembus pasar internasional dengan daya saing yang lebih kuat.
"Untuk menuju pertumbuhan 7-8 persen seperti Vietnam, perubahan orientasi kebijakan ekonomi dari inward looking menjadi outward looking mutlak harus dilakukan," kata dia.
Didik mengakui Indonesia tidak sepenuhnya mengabaikan sektor luar negeri. Saat ini masih terdapat pelaku usaha yang melakukan ekspor, menarik investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI), serta menjalankan kegiatan hilirisasi.