Di sektor energi, pemerintah juga mendorong percepatan konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai bagian dari upaya efisiensi energi di tengah tingginya harga minyak. Penugasan percepatan program ini diberikan kepada Badan Pengelola Investasi Danantara.
Selain itu, pemerintah tengah mengkaji kebijakan fleksibilitas kerja melalui skema Work From Home (WFH) satu hari dalam lima hari kerja.
“Ada penghematan dari segi penggunaan mobilitas dari bensin, penghematannya cukup signifikan, sekitar seperlima dari apa yang biasa kita keluarkan,” kata Airlangga.
Saat ini pemerintah masih mematangkan aspek teknis kebijakan tersebut. Penerapan WFH tidak hanya direncanakan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga diharapkan dapat diadopsi oleh sektor swasta serta pemerintah daerah.
Rencana kebijakan tersebut diproyeksikan mulai diterapkan setelah Hari Raya Idulfitri 2026, meskipun waktu pelaksanaannya masih akan disesuaikan dengan perkembangan situasi global.