"Mendorong agar koordinasi antara daerah dan pusat terus dijaga, terutama untuk pengadaan pasokan pangan antar waktu dan antar wilayah. Logistik pangan dengan fasilitasi antar wilayah dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan. Kemudian juga pemerintah terus menjaga administered price terhadap berbagai pihak pangan," kata dia.
Selain itu, Airlangga menyebutkan bahwa dukungan infrastruktur logistik di daerah mulai menunjukkan hasil positif dengan tren inflasi yang perlahan menurun di wilayah-wilayah tersebut.
Sebagai bagian dari persiapan menyambut musim mudik dan Lebaran, pemerintah telah menyusun rangkaian program insentif untuk meringankan beban masyarakat. Program ini mencakup pemotongan tarif transportasi hingga penyaluran bantuan sosial.
"Menjelang hari raya lebaran nanti, beberapa program telah dipersiapkan termasuk untuk diskon transportasi, baik itu pesawat, kereta api, angkutan laut, angkutan darat, dan juga jalan tol itu sudah dipersiapkan. Demikian pula untuk bantuan sosial, baik itu beras maupun minyak kita sudah disiapkan juga," ungkap Airlangga.
Pemerintah dijadwalkan akan kembali menggelar rapat koordinasi inflasi pada Juni mendatang untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan pasca-Lebaran. Beberapa pejabat yang dijadwalkan hadir di antaranya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM/CEO Danantara Rosan Roeslani dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
(Febrina Ratna Iskana)