sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pemerintah Jamin Harga Beras SPHP Tak Naik di Tengah Pelemahan Rupiah

Economics editor Rohman Wibowo
28/05/2026 02:02 WIB
Direktur SPHP Badan Pangan Nasional (Bapanas) Maino Dwi Hartono mengimbau masyarakat tidak merasa panik terhadap fluktuasi kurs rupiah terhadap dolar AS.
Pemerintah Jamin Harga Beras SPHP Tak Naik di Tengah Pelemahan Rupiah. (Foto Istimewa)
Pemerintah Jamin Harga Beras SPHP Tak Naik di Tengah Pelemahan Rupiah. (Foto Istimewa)

Pemerintah juga memberikan jaminan kualitas beras SPHP akan tetap terjaga di level yang semestinya. Pemerintah bersama Perum Bulog berkomitmen penuh untuk terus mengawasi mutu beras agar para konsumen tetap bisa mendapatkan beras dengan kualitas medium namun tetap dengan harga yang sangat terjangkau.

Maino menyatakan soal publik tidak perlu merasa cemas karena spesifikasi maupun standar mutu beras SPHP tidak akan mengalami pengurangan sama sekali. “Beras SPHP tetap sama, kualitasnya medium dan tidak ada yang dikurangi,” kata dia.

Hingga saat ini, pemerintah masih menerapkan skema harga eceran tertinggi (HET) beras SPHP yang disesuaikan dengan zonasi wilayah distribusi di seluruh Indonesia. Untuk daerah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi, harga beras tersebut dipatok pada angka Rp12.500 per kilogram (kg).

Sementara itu, untuk wilayah Sumatera (di luar Lampung dan Sumatera Selatan), Nusa Tenggara Timur, serta Kalimantan, harga maksimal yang ditetapkan adalah sebesar Rp13.100 per kg. Adapun bagi wilayah Maluku dan Papua, harga eceran tertinggi untuk beras SPHP dipatok pada harga maksimal Rp13.500 per kg.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement