Selain memperketat pengawasan, Amran mendorong Perum Bulog untuk meningkatkan distribusi beras kelas premium ke pasar.
Hal ini dilakukan agar masyarakat memiliki pilihan akses yang lebih luas terhadap beras berkualitas, tidak hanya bergantung pada beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang masuk kategori medium.
Ini tak terlepas berdasarkan data terkini per 12 Juni, stok beras komersial di gudang Bulog tercatat sebanyak 11,4 ribu ton. Sementara itu, realisasi pengadaan setara beras untuk memperkuat stok komersial dilaporkan terus menunjukkan progres positif, mencapai 45,5 ribu ton dari target total pengadaan sebesar 3,1 juta ton.
"Justru itu Bulog harus buat beras premium lebih banyak," kata Amran.
(Nur Ichsan Yuniarto)