AALI
8450
ABBA
224
ABDA
6050
ABMM
4340
ACES
615
ACST
187
ACST-R
0
ADES
7300
ADHI
740
ADMF
8300
ADMG
167
ADRO
4140
AGAR
294
AGII
2210
AGRO
600
AGRO-R
0
AGRS
94
AHAP
106
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1410
AKSI
318
ALDO
670
ALKA
290
ALMI
382
ALTO
167
Market Watch
Last updated : 2022/10/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.56
0%
+0.02
IHSG
7077.94
0.04%
+2.55
LQ45
1011.37
-0.03%
-0.27
HSI
18031.15
-0.31%
-56.82
N225
27311.30
0.7%
+190.77
NYSE
14262.03
-0.4%
-57.47
Kurs
HKD/IDR 1,934
USD/IDR 15,192
Emas
841,825 / gram

Pemerintah Optimis Kinerja PNM dan Pegadaian Makin Moncer Pasca Holding Ultra Mikro

ECONOMICS
Kunthi Fahmar Sandy
Kamis, 18 Maret 2021 10:12 WIB
Pertumbuhan bisnis PNM dan Pegadaian akan semakin pesat dengan kehadiran sinergi BUMN untuk ultra mikro.
Pemerintah Optimis Kinerja PNM dan Pegadaian Makin Moncer Pasca Holding Ultra Mikro (FOTO:MNC Media)
Pemerintah Optimis Kinerja PNM dan Pegadaian Makin Moncer Pasca Holding Ultra Mikro (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Kapasitas dan peluang perkembangan usaha PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) diyakini semakin bertumbuh, apabila rencana integrasi BUMN untuk ultra mikro yang direncanakan pemerintah dapat terwujud tahun ini. 

Menurut Anggota Komisi VI DPR Mukhtarudin, pertumbuhan bisnis PNM dan Pegadaian akan semakin pesat dengan kehadiran sinergi BUMN untuk ultra mikro, karena kedua perusahaan itu tak akan lagi mengalami masalah keuangan untuk melakukan ekspansi. 

Sesuai rencana, pemerintah hendak membentuk sinergi BUMN untuk ultra mikro yang melibatkan PNM, Pegadaian, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 

“Sinergi ini akan menaikkan kapasitas PNM dan Pegadaian yang selama ini mau ekspansi tapi terhambat dari kapasitas keuangan. Di samping itu, kantor-kantor cabang Pegadaian dan PNM juga akan bisa makin banyak dibuka karena bisa menumpang di kantor-kantor BRI, dan ujung-ujungnyanya kembali menguntungkan ultra mikro,” ujar Mukhtarudin, Kamis (18/3/2021). 

Dia menyebut, keuntungan dari adanya sinergi juga akan dirasakan BRI. Menurutnya, peluang BRI untuk memperluas layanan perbankan hingga menyentuh pelaku ultra mikro akan semakin terbuka. 

Mukhtarudin optimistis, sinergi ketiga BUMN ini pada akhirnya dapat membuat lebih banyak lagi pelaku usaha ultra mikro yang terlayani oleh lembaga perbankan. 

Saat ini, berdasarkan data pemerintah, jumlah pelaku UMKM di Indonesia telah mencapai 57 juta. Dari jumlah tersebut, baru 15 juta pelaku UMKM yang kini sudah mendapat layanan keuangan dari lembaga formal (bank, tekfin, perusahaan gadai). 

“Dengan cara penggabungan ini, maka akan ada lebih 25 juta pelaku usaha ultra mikro yang selama ini tidak terlayani layanan perbankan dan dilayani oleh tengkulak, akan bisa dilayani oleh penggabungan tiga BUMN ini. Prinsipnya saya mendukung kebijakan ini karena tujuannya baik sekali untuk UMKM. Tentu kami akan tetap akan melakukan pengawasan dan agar dilakukan evaluasi secara berkala penerapan kebijakan ini,” beber dia.

(Sandy)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD