AALI
9725
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
2390
ACES
800
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7700
ADHI
805
ADMF
8100
ADMG
176
ADRO
2960
AGAR
324
AGII
2100
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1070
AKSI
290
ALDO
860
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.46
-0.84%
-4.57
IHSG
7016.06
-0.38%
-26.88
LQ45
1010.74
-0.81%
-8.25
HSI
22266.17
2.52%
+547.11
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

Pemerintah Tidak Berencana Kurangi Minyak Sawit dalam Campuran Biodiesel

ECONOMICS
Michelle Natalia
Selasa, 24 Mei 2022 22:43 WIB
Menko Airlangga menegaskan Indonesia tidak memiliki rencana menurunkan persentase minyak sawit dalam biodiesel di bawah level saat ini 30 persen.
Pemerintah Tidak Berencana Kurangi Minyak Sawit dalam Campuran Biodiesel (FOTO: MNC Media)
Pemerintah Tidak Berencana Kurangi Minyak Sawit dalam Campuran Biodiesel (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan Indonesia tidak memiliki rencana menurunkan persentase minyak sawit dalam biodiesel di bawah level saat ini 30 persen. Hal ini untuk memastikan pasokan energi dalam negeri aman.

"Dengan sawit kita kurangi ketergantungan kita pada minyak. Dan kalau sekarang kita bandingkan harga sawit dengan harga energi, harus (subsidi) lebih banyak ke energi. Jadi persoalannya adalah ketahanan energi. (Persentase) pencampuran tidak akan berkurang karena keamanan energi adalah prioritas utama," ujar Menko Airlangga dalam wawancara dikutip dari Reuters, Selasa (24/5/2022).

Menko Airlangga menambahkan, Indonesia yang merupakan sumber 60 persen minyak sawit dunia, telah memberlakukan biofuel dengan kadar 30 persen untuk mengurangi ketergantungan negara terhadap minyak mentah. 

"Jika Anda bergantung pada minyak, hari ini Anda berada dalam situasi bencana dengan harga minyak mendekati 110 dolar AS (per barel)," ucap Menko Airlangga, seraya menambahkan bahwa harga yang dianggarkan Indonesia telah dinaikkan menjadi 100 dolar AS dari 60 dolar AS.

Indonesia menghentikan ekspor minyak sawit mentah dan beberapa produk turunannya pada bulan April dalam upaya untuk menurunkan melonjaknya harga minyak goreng lokal. Larangan itu mengguncang pasar minyak nabati global pada saat kekurangan pasokan akibat perang di Ukraina. 

"Di Indonesia, harga energi tidak menular ke masyarakat. Jadi pemerintah membayar selisih antara harga energi dan harga terjangkau," tutupnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD