AALI
8375
ABBA
575
ABDA
0
ABMM
1475
ACES
1335
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2940
ADHI
880
ADMF
7650
ADMG
214
ADRO
1335
AGAR
0
AGII
1300
AGRO
2350
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
66
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
3860
AKSI
430
ALDO
715
ALKA
240
ALMI
230
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
455.82
-0.7%
-3.20
IHSG
6118.36
-0.24%
-14.89
LQ45
856.61
-0.68%
-5.83
HSI
24345.22
-2.31%
-575.54
N225
30500.05
0.58%
+176.75
NYSE
16460.35
-0.7%
-116.45
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,230
Emas
801,690 / gram

Pemkot Malang Izinkan Wisatawan Luar Liburan saat Idul Fitri

ECONOMICS
Avirisda M/Kontributor
Rabu, 05 Mei 2021 06:57 WIB
Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satpol PP dan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang.
Pemkot Malang Izinkan Wisatawan Luar Liburan saat Idul Fitri (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Pemkot Malang, Jawa Timur mengizinkan warga luar daerah masuk untuk berwisata di kota itu terutama selama libur Lebaran 2021 atau diberlakukan larangan mudik. Pemkot akan memperketat pengawasan terhadap wisatawan yang tiba di hotel maupun restoran. 

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satpol PP dan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang. 

Ia menegaskan agar instansi terkait tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19, supaya jangan sampai lengah melaksanakan protokol kesehatan 

"Saya minta ke Satpol PP dan Disporapar, untuk melakukan penguatan lagi. Di Mal, di cafe, restoran, hotel. Jangan sampai lengah lagi," kata dia, Selasa (4/5/2021). 

Sutiaji mencontohkan, misalnya di lingkup perhotelan. Nantinya, wisatawan yang akan masuk ke hotel harus melalui berbagai tahapan protokol kesehatan. Mulai dari mencuci tangan dengan sabun, pengecekan suhu, dan lainnya. 

Nantinya, untuk teknis lebih detailnya, dikatakan Sutiaji, dalam waku dekat pihaknya akan mengumpulkan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, hingga pengusaha resto untuk membahas hal tersebut. 

Di hotel nanti dikuatkan, protokol kesehatannya. Tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat kami akan mengadakan rakor denhan PHRI dan resto. Kami mengingatkan, cuci tangan difungsikan lagi misalnya," tandasnya. 

Meski berwisata diizinkan, namun aturan larangan mudik tetap diberlakukan. Pemkot Malang serius dalam menindaklanjuti aturan larangan mudik dari pemerintah pusat. 

Namun Sutiaji mengantisipasi adanya pemudik yang berkedok wisatawan. Mengingat pergerakan tujuan wisata tidak diatur dan dilarang, namun tetap akan diawasi. 

“Nanti tetap mekanismenya ada. Kalau misal ada pengendara KTP-nya Surabaya. Ditanya tujuannya kemana, kalau mau wisata nanti harua ada pertanggungjawabannya. Untuk teknis masih kita atur gimana nanti mekanisme yang mau wisata. Protokol kesehatan juga harus tetap diterapkan," kata Sutiaji. 

Selain itu, dalam rakor tersebut, juga membahas tentang batasan, aturan dan mekanisme tertentu. Utamanya, terkait penyekatan.  

“Untuk penyekatan sudah kan ditentukan di beberapa titik paling banyak di kabupaten. Tapi, di lingkup Malang Raya kan tidak ada pelarangan,” jelas dia. 

Kota Malang sendiri ada dua titik penyekatan utama di Pintu Keluar Tol Madyopuro, Kedungkandang dan Jalan Raya Balearjosari di depan Perumahan Graha Kencana, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Selsin itu Pemkot dan Polresta Malang Kota sendiri juga telah melakukan pemetaan dan pengawasan di Jalan tikus yang ada di Kota Malang. 

“Kami juga akan bantu dengan cara koordinasi di tingkat-tingkat kelurahan. Perangkat wilayah juga kami minta petakan jalan tikus di wilayah masing-masing,” imbuh dia. 

Selain itu, Pemkot Malang juga bakal menyediakan ruang isolasi yang ditempatkan di seluruh wilayah kelurahan yang ada. 

Bagi masyarakat yang datang dari luar kota dan mendapat hasil swab antigen negatif, harus melakukan isolasi di tempat yang telah disediakan. Sebab, sesuai addendum SE Satgas No 13, meskipun hasilnya negatif harus dilakukan isolasi dulu selama lima hari. Akan tetapi, jika positif akan diarahkan ke rumah sakit rujukan atau RS Lapangan. 

“Untuk teknis-teknis detail akan disusun dulu. Secepatnya karena kita butuh koordinasi lagi,” tukasnya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD