AALI
8475
ABBA
220
ABDA
6050
ABMM
4270
ACES
615
ACST
186
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
740
ADMF
8300
ADMG
169
ADRO
4100
AGAR
294
AGII
2220
AGRO
600
AGRO-R
0
AGRS
94
AHAP
103
AIMS
240
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1405
AKSI
322
ALDO
670
ALKA
288
ALMI
388
ALTO
170
Market Watch
Last updated : 2022/10/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.27
-0.05%
-0.27
IHSG
7076.62
0.02%
+1.24
LQ45
1010.68
-0.09%
-0.95
HSI
18012.15
-0.42%
-75.82
N225
27311.30
0.7%
+190.77
NYSE
0.00
-100%
-14319.50
Kurs
HKD/IDR 1,934
USD/IDR 15,185
Emas
841,686 / gram

Pemprov DKI Siapkan 4.000 Tempat Tidur untuk Isolasi Pasien Covid-19

ECONOMICS
Indra Purnomo
Rabu, 12 Januari 2022 18:29 WIB
Saat itu kapasitas tempat tidur sekitar 15.000. Dari sekitar 4.000 tempat tidur, maka rumah sakit rujukan bisa membuka ruang untuk pasien non-Covid-19.
Pemprov DKI Siapkan 4.000 Tempat Tidur untuk Isolasi Pasien Covid-19 (FOTO:MNC Media)
Pemprov DKI Siapkan 4.000 Tempat Tidur untuk Isolasi Pasien Covid-19 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menyebutkan, sekitar 140 rumah sakit di Jakarta siap melayani pasien Covid-19

Sedangkan, pihaknya menyiapkan sekitar 4.000 tempat tidur untuk tempat isolasi pasien Covid-19.  

"Jumlah rumah sakit di DKI yang siap melakukan pelayanan Covid-19 saat ini 140an. Saat ini kita (siapkan) sekitar 4.000an (tempat tidur)," ujar Widyastuti saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (12/1/2022).  

Dia menjelaskan, bahwa jumlah tempat tidur untuk pasien Covid-19 tersebut lebih rendah dibandingkan kapasitas yang disediakan ketika puncak gelombang kedua pada Juli 2021 lalu. 

Saat itu kapasitas tempat tidur sekitar 15.000. Dari sekitar 4.000 tempat tidur, maka rumah sakit rujukan bisa membuka ruang untuk pasien non-Covid-19.   

"Nanti kalau trennya begitu (naik) ya kami luaskan sambil melihat regulasi, menunggu regulasi dari pusat, apakah isolasi di rumah sakit tadi seperti yang lalu untuk kasus sedang dan berat saja, sehingga tanpa gejala atau gejala ringan cukup isolasi mandiri atau isolasi terpusat, kita sesuaikan," jelasnya.  

Lebih lanjut, untuk isolasi mandiri ditentukan penilaian dari satuan tugas, yakni slah satunya terkait kelayakan lokasi. Kendati demikian, jika lokasi tidak memungkinkan menjadi tempat isolasi mandiri, maka pihaknya mendorong isolasi terpusat. 

"Untuk kasus Omicron saat ini, dilakukan isolasi terpusat di RS Wisma Atlet dan rumah sakit rujukan," katanya.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD