AALI
10325
ABBA
412
ABDA
0
ABMM
1585
ACES
1475
ACST
284
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1190
ADMF
7950
ADMG
228
ADRO
1875
AGAR
352
AGII
1525
AGRO
1985
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
64
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
244
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
635
AKRA
4390
AKSI
442
ALDO
720
ALKA
240
ALMI
250
ALTO
306
Market Watch
Last updated : 2021/10/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
519.01
0.34%
+1.75
IHSG
6658.77
0.38%
+25.43
LQ45
976.43
0.43%
+4.23
HSI
25409.75
0.31%
+78.75
N225
29025.46
1.66%
+474.56
NYSE
16871.74
2.17%
+358.54
Kurs
HKD/IDR 1,811
USD/IDR 14,105
Emas
798,829 / gram

Pemulihan Ekonomi di Asia Timur dan Pasifik Melambat, Ini Penyebabnya

ECONOMICS
Kunthi Fahmar Sandy
Rabu, 29 September 2021 07:59 WIB
Pemulihan ekonomi negara-negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik kini berubah
Pemulihan Ekonomi di Asia Timur dan Pasifik Melambat, Ini Penyebabnya (FOTO:MNC Media)

IDXChannel — Bank Dunia menyatakan, pemulihan di kawasan Asia Timur dan Pasifik terkendala oleh penyebaran varian Delta COVID-19, memperpanjang kesulitan perusahaan dan rumah tangga, sehingga dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan memperluas kesenjangan. 

Aktivitas ekonomi mulai melambat pada kuartal kedua 2021, dan prediksi pertumbuhan telah dikurangi bagi kebanyakan negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik (EAP), menurut laporan Bank Dunia East Asia and Pacific Fall 2021 Economic Update. 

Meskipun Tiongkok diproyeksikan akan bertumbuh sebesar 8,5%, negara-negara lain di kawasan EAP diprediksi akan bertumbuh 2,5%, hampir 2 poin persentase lebih rendah daripada yang diperkirakan pada April 2021. Angka tenaga kerja dan partisipasi tenaga kerja mengalami penurunan, dan sebanyak 24 juta penduduk tidak dapat lepas dari kemiskinan pada tahun 2021. 

Pemulihan ekonomi negara-negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik kini berubah,” kata Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Manuela Ferro, Rabu (29/9/2021). 

Walaupun pada  tahun 2020 kawasan EAP berhasil mengendalikan COVID-19 ketika kawasan-kawasan lainnya di dunia sedang berjuang, peningkatan angka COVID-19 di tahun 2021 telah mengurangi prospek pertumbuhan untuk 2021. Namun demikian, kawasan ini muncul secara lebih kuat dari krisis sebelumnya dan dengan kebijakan yang tepat, dapat melakukannya kembali. 

Kerusakan akibat melonjaknya kembali dan bertahannya COVID-19 kemungkinan akan menghambat pertumbuhan dan menambah kesenjangan selama jangka panjang, demikian temuan dalam Laporan ini.  

Kegagalan dari perusahaan-perusahaan yang seharusnya sehat menyebabkan hilangnya aset tak berwujud yang berharga, sedangkan perusahaan-perusahaan yang masih bertahan menunda investasi yang produktif.  

Perusahaan-perusahaan yang lebih kecil mengalami dampak terparah. Meskipun sebagian besar perusahaan menghadapi kesulitan, perusahaan-perusahaan yang lebih besar kemungkinan akan mengalami penurunan yang lebih kecil dalam penjualan mereka. Perusahaan-perusahaan ini  kemungkinan besar mengadopsi teknologi canggih dan menerima dukungan dari pemerintah.  

Rumah tangga juga mengalami kesulitan, khususnya rumah tangga miskin, di mana mereka memiliki kemungkinan lebih besar untuk kehilangan penghasilan, mengalami kerawanan pangan yang lebih besar, memiliki anak-anak yang tidak ikut serta dalam kegiatan pembelajaran, dan terpaksa menjual aset-aset terbatas yang mereka miliki. 

Akibatnya, bertambahnya stunting, pengikisan modal manusia dan hilangnya aset-aset yang produktif akan menghambat penghasilan dari rumah tangga tersebut di masa depan. Meningkatnya kesenjangan antar perusahaan juga dapat meningkatkan kesenjangan antar pekerja. 

“Percepatan vaksinasi dan pengujian untuk mengendalikan infeksi COVID-19 dapat membangkitkan kegiatan ekonomi di negara-negara yang sedang berjuang pada awal pertengahan pertama tahun 2022, dan menggandakan angka pertumbuhan pada tahun berikutnya,” ucap Ekonom Utama Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo.  

Tetapi dalam jangka panjang, hanya reformasi yang lebih mendalam dapat mencegah melambatnya pertumbuhan dan meningkatnya kesenjangan, suatu kombinasi yang memperburuk kawasan EAP yang belum pernah terjadi pada abad ini.

(SANDY)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD