Sama seperti pada April, lobi dari banyak negara dapat mendorong AS untuk kembali memberlakukan penangguhan sanksi.
Di sisi lain, kebijakan ini memicu kontroversi di Eropa, yang masih menghadapi invasi Rusia di Ukraina. Mereka merasa sanksi diperlukan untuk menghambat pendapatan minyak Rusia yang mendanai operasi militer di Ukraina.
Minyak mentah Brent, patokan global, telah melonjak sejak perang di Iran dimulai, mendorong harga bensin, solar, dan produk lain.
Iran menutup Selat Hormuz setelah AS dan Israel memulai agresi pada akhir Februari. Meski Teheran dan Washington telah menyepakati gencatan senjata, jalur maritim penting tersebut masih tertutup. (Wahyu Dwi Anggoro)