AALI
9925
ABBA
414
ABDA
0
ABMM
1490
ACES
1270
ACST
242
ACST-R
0
ADES
3040
ADHI
1090
ADMF
7800
ADMG
193
ADRO
1925
AGAR
336
AGII
1440
AGRO
2210
AGRO-R
0
AGRS
192
AHAP
71
AIMS
450
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
960
AKRA
4240
AKSI
400
ALDO
920
ALKA
232
ALMI
250
ALTO
276
Market Watch
Last updated : 2021/12/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.49
-0%
-0.01
IHSG
6629.30
0.4%
+26.73
LQ45
950.40
0.02%
+0.23
HSI
23989.26
0.02%
+5.60
N225
28722.12
0.94%
+266.52
NYSE
16853.57
1.58%
+261.60
Kurs
HKD/IDR 1,846
USD/IDR 14,405
Emas
826,722 / gram

Pendapatan Anjlok, Ant Group Milik Jack Ma Cuma Catat Laba USD2,1 Miliar

ECONOMICS
Yulistyo Pratomo
Selasa, 03 Agustus 2021 21:07 WIB
Perubahan regulasi yang dilakukan oleh pemerintah China membuat Laba yang diraih Ant Group Co, milik Jack Ma, terjun bebas jadi USD2,1 Miliar.
Pendapatan Anjlok, Ant Group Milik Jack Ma Cuma Catat Laba USD2,1 Miliar. (Foto: MNC Media)
Pendapatan Anjlok, Ant Group Milik Jack Ma Cuma Catat Laba USD2,1 Miliar. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Perubahan regulasi yang dilakukan oleh pemerintah China membuat Laba yang diraih Ant Group Co, milik Jack Ma, terjun bebas. Perusahaan finansial tersebut hanya meraih profit sebesar USD2,1 miliar, atau sekitar Rp30 triliun (USD1 setara dengan Rp14.309).

Kondisi ini terjadi akibat permintaan pemerintah negeri Tirai Bambu tersebut agar perusahaan mencatat penawaran umum perdana yang dilakukan serta perintah untuk merombak jaringan operasinya.

Padahal, raksasa fintech ini selalu menyumbang hampir 4,5 miliar yuan (USD696 juta) untuk pendapatan Alibaba Group Holding Ltd, demikian laporan perusahaan Selasa (3/8/2021). Tidak hanya itu, sepertiga saham Alibaba di Ant turun 37% dari tiga bulan sebelumnya.

Alhasil, penghasilan Ant Group tertinggal seperempat di belakang Alibaba. Namun manajemen Ant Group menolak berkomentar.

Penurunan laba ini menjadi tantangan Ant menyusul tindakan keras terhadap sejumlah perusahaan teknologi yang paling kuat di China. Sebagai tanggapan, fintech terbesar di negara itu setuju untuk mengubah dirinya menjadi perusahaan induk yang akan diatur lebih seperti bank.

Regulator juga telah mengeluarkan serangkaian proposal yang mengancam untuk mengekang dominasi Ant dalam pembayaran online, dan mengurangi ekspansinya ke pinjaman konsumen dan manajemen kekayaan.

China telah mempertegas tindakan kerasnya, kini pengetatan untuk segala hal mulai dari ride-hailing dan edtech, hingga pengiriman makanan dan praktik monopoli dalam streaming musik. Kebijakan tersebut mengguncang investor global, memicu aksi jual USD1 triliun.

Pimpinan perusahaan, Eric Jing, berjanji kepada staf perusahaan akan go public, meskipun nilainya akan jauh lebih rendah dari sebelum kebijakan keras yang dimulai tahun lalu. Fidelity Investments mengurangi separuh estimasi penilaiannya untuk Ant menjadi sekitar USD144 miliar pada Februari, dibandingkan dengan USD295 miliar pada Agustus.

Sementara pendekatan lepas tangan China terhadap sektor teknologi telah mencetak miliarder dan perusahaan raksasa dengan kecepatan yang menakjubkan, pemerintah Presiden Xi Jinping sekarang mengekang perusahaan-perusahaan paling kuat di negara itu bersama dengan para pendiri ultra-kaya mereka.

Pada akhir Juli, China memerintahkan lebih dari dua lusin perusahaan teknologi untuk melakukan inspeksi internal dan mengatasi masalah seperti keamanan data. Sebelumnya Ant akan go public sebelum dihentikan oleh regulator pada November 2020.

Regulator menyetujui unit pembiayaan konsumen Ant sekitar dua bulan lalu sebagai bagian dari perbaikan, membatasi kemampuan perusahaan untuk meminjamkan sendiri dan dalam kemitraan dengan bank.

Operasi ini mencakup dua bisnis pinjaman konsumen yang paling terkenal, Huabei dan Jiebei. Unit tersebut perlu menyediakan 30% dana untuk semua pinjaman bersama, berdasarkan aturan yang dirilis awal tahun ini. Pada leverage 10 kali dari modal terdaftarnya, itu berarti jumlah total pinjaman bersama akan dibatasi pada 266 miliar yuan.

Afiliasi perusahaan Alibaba melaporkan pendapatan USD31,8 miliar, meleset dari perkiraan dan menyarankan rencana untuk menaikkan pengeluaran dalam mengejar pertumbuhan belum mendapatkan daya tarik. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD