Stockbit menilai, keputusan pemerintah untuk mempertahankan tingkat pencampuran biodiesel sebagai langkah yang rasional. Melebarnya selisih harga antara CPO dan minyak mentah berpotensi menekan dana sawit yang digunakan untuk subsidi biodiesel.
Dalam kondisi harga minyak yang relatif rendah saat ini, sekitar USD60 per barel, impor minyak mentah dinilai lebih ekonomis bagi pemerintah dibandingkan meningkatkan bauran biodiesel.
Bagi sektor kelapa sawit, mandatori B40 berpotensi membatasi tambahan permintaan domestik. Namun, kenaikan pungutan ekspor dinilai dapat memperkuat keberlanjutan pendanaan program biodiesel dalam jangka menengah.
Selain faktor permintaan, investor juga perlu untuk mencermati dinamika sisi suplai, termasuk perkembangan stok CPO Malaysia serta potensi bertambahnya pasokan dari lahan sawit sitaan.
"Bagi sektor sawit sendiri, dipertahankannya tingkat pencampuran berpotensi mengurangi prospek pertambahan permintaan, sementara menaikkan pungutan ekspor membuat program biodiesel menjadi lebih berkelanjutan dari sisi pendanaan," tulis Stockbit, Rabu (14/1/2026).
(DESI ANGRIANI)