"Belanja jadi lebih cepat dengan APBN yang baik karena ada peningkatan penerimaan, pajak," kata Suahasil.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi defisit APBN hingga 28 Februari 2026 tercatat sebesar Rp135,7 triliun atau setara dengan 0,53 persen terhadap PDB.
Angka ini dinilai masih sangat aman dan berada dalam koridor perencanaan fiskal 2026. Purbaya menanggapi adanya perbandingan dengan kondisi tahun lalu yang sempat surplus.
Ia menekankan bahwa percepatan belanja di awal tahun adalah langkah sengaja agar dampak fiskal terhadap perekonomian bisa dirasakan masyarakat sejak dini, bukan hanya menumpuk di akhir tahun.
(Febrina Ratna Iskana)