sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Penghentian Insentif Mobil Listrik di 2026 Dinilai Kurang Tepat, Ini Alasannya

Economics editor Nur Ichsan Yuniarto
02/01/2026 18:33 WIB
Rencana pemerintah menghentikan insentif mobil listrik pada 2026 kurang tepat
Penghentian Insentif Mobil Listrik di 2026 Dinilai Kurang Tepat, Ini Alasannya
Penghentian Insentif Mobil Listrik di 2026 Dinilai Kurang Tepat, Ini Alasannya

Menurut data, lanjut dia, penggunaan satu unit mobil listrik sejauh 20.000 km per tahun sebenarnya mampu menekan impor BBM hingga 1.320 liter. 

“Jangan sampai kita terjebak menghemat anggaran fiskal, namun justru membiarkan defisit neraca perdagangan membengkak akibat ketergantungan impor BBM yang terus berlanjut,” katanya.

Selain isu lingkungan, pencabutan insentif ini mengancam investasi industri baterai yang diproyeksikan mencapai Rp544 triliun hingga 2060. Banyak produsen saat ini tengah berada di tengah proses pembangunan pabrik dan sangat membutuhkan kepastian hukum dari pemerintah. 

"Kami berharap insentif tetap diperpanjang guna menjaga momentum transisi energi dan melindungi hak masyarakat atas kualitas udara yang lebih bersih," katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement