AALI
9350
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
720
ACST
169
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1180
AKSI
270
ALDO
775
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.47
-0.12%
-0.62
IHSG
7086.24
-0.23%
-16.64
LQ45
1007.80
-0.09%
-0.91
HSI
19567.55
-2.18%
-435.89
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
15264.79
-0.27%
-41.01
Kurs
HKD/IDR 195
USD/IDR 14,872
Emas
856,617 / gram

Pengumuman! Perajin Mogok, Tahu Tempe Bakal Hilang di Jakarta hingga Bandung

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Kamis, 17 Februari 2022 12:42 WIB
Para perajin tahu tempe di seluruh Pulau Jawa akan melakukan aksi mogok produksi mulai tanggal 21-23 Februari 2022 mendatang.
Pengumuman! Perajin Mogok, Tahu Tempe Bakal Hilang di Jakarta hingga Bandung. (Foto: MNC Media)
Pengumuman! Perajin Mogok, Tahu Tempe Bakal Hilang di Jakarta hingga Bandung. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu (Gakoptindo), Aip Syarifuddin, memastikan para perajin tahu tempe di seluruh Pulau Jawa akan melakukan aksi mogok produksi mulai tanggal 21-23 Februari 2022 mendatang.

Aksi mogok ini diambil sebagai jalan terakhir akibat naiknya harga kedelai impor yang tak kunjung turun sehingga memberatkan para perajin dalam menjualkan tahu tempe ke masyarakat.

"Para perajin tahu tempe bakal mogok mulai tanggal 21 hingga 23 Februari 2022. Awalnya yang mengajukan pernyataan ingin lakukan mogok hanya DKI Jakarta dan Jabodetabek makin ke sini diikuti juga oleh daerah Bandung, Bogor, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah sama Jawa Timur sekarang sudah bikin pernyataan ikut. Sehingga bisa dibilang seluruh Jawa akan mogok produksi," ujar Aip daam dialog virtual, Jumat (18/2/2022).

Aip menjelaskan, aksi mogok ini sudah direncanakan sejak Desember 2021 yang lalu. Namun Gakoptindo berusaha melarang supaya produksi tetap berjalan. 

Para perajin pun menuruti apa yang disarankan oleh Gakoptindo, namun karena harga kedelai terus merangkak naik hingga tembus Rp 11.000 per kilogram, para perajin sudah tidak betah. Hingga akhirnya mereka tetap ingin melakukan aksi mogok produksi. 

"Aksi mogok itu adalah upaya terakhir. Sehingga kami sebagai Gakoptindo tadinya sudah ekspos ke temen-temen yang usul sejak bulan Desember, sudah kami tahan-tahan supaya nggak mogok. Karena kenaikan harga ini wajar. Pemerintah maupun importir menaikan harganya juga sudah sesuai aturan yang ada," terang Aip. 

"Tapi kenaikannya malah terus-terusan dari Rp 9.000 hingga Rp 11.000, sehingga banyak anggota kami yang kolaps tidak jualan," tambahnya. 

Dalam aksi mogok ini, tegas Aip, bukan aksi demo yang rusuh sampai turun ke jalanan. Melainkan hanya berhenti produksi dan tidak berjualan sementara.

"Sistem mogok kami ini bukan demo. Tapi kami hanya berhenti produksi selama tiga hari terus tidak jualan di pasaran. Sehingga tidak ada cerita turun ke jalan atau bentrok-bentrokan," tandasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD