AALI
10000
ABBA
226
ABDA
7050
ABMM
850
ACES
1450
ACST
256
ACST-R
0
ADES
1645
ADHI
1060
ADMF
8025
ADMG
161
ADRO
1200
AGAR
420
AGII
1040
AGRO
865
AGRO-R
0
AGRS
510
AHAP
69
AIMS
490
AIMS-W
0
AISA
250
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3170
AKSI
720
ALDO
825
ALKA
236
ALMI
242
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/05/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
461.96
-0.19%
-0.89
IHSG
5834.39
0.01%
+0.53
LQ45
868.39
-0.13%
-1.11
HSI
28593.81
1.42%
+399.72
N225
28406.84
2.09%
+582.01
NYSE
16422.96
0.05%
+7.60
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,270
Emas
857,957 / gram

Pengusaha Adiguna Sutowo Meninggal Dunia, Berikut Kerajaan Bisnisnya

ECONOMICS
Rista Rama Dhany
Minggu, 18 April 2021 09:40 WIB
Pengusaha yang juga anak pendiri PT Pertamina (Persero), yakni Adiguna Sutowo hari ini meninggal dunia pada Pukul 04.00 WIB.
Pengusaha Adiguna Sutowo Meninggal Dunia, Berikut Kerajaan Bisnisnya (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pengusaha yang juga anak pendiri PT Pertamina (Persero), yakni Adiguna Sutowo hari ini meninggal dunia pada Pukul 04.00 WIB. Ia dikenal sebagai pengusaha sukses sekaligus kontroversial semasa hidupnya. 

Berdasarkan situs Wikipedia yang dikutip, Minggu (18/4/2021), berikut perjalanan karir dan kerajaan bisnis yang dibangun Adiguna Sutowo semasa hidup.

Kepentingan bisnis Adiguna meliputi permesinan, perkapalan, farmasi, properti dan perhotelan, hiburan, media, otomotif dan bahan peledak.

Adiguna terlibat sejak usia muda dalam Grup Nugra Santana milik keluarganya, yang mewarisi aset dari kepala keluarga, Ibnu Sutowo, seorang jenderal bintang tiga yang dianggap sebagai “bendahara” pemerintahan Soeharto, saat ia memimpin Pertamina, yang menghasilkan pendapatan. selama booming minyak tahun 1970-an.

Setelah menyelesaikan universitas di Los Angeles pada tahun 1981, Adiguna kembali ke Indonesia untuk menjadi direktur utama PT Adiguna Mesintani, yang mendistribusikan generator mesin diesel yang digunakan untuk menggerakkan hotel, pabrik, dan perusahaan lainnya. Perusahaan juga memproduksi alat berat yang digunakan untuk kegiatan pengeboran minyak lepas pantai.

Dia kemudian mengelola PT Santana Petroleum Equipment dan perusahaan pelayaran PT Pelayaran Umum Indonesia (Pelumin), di mana Pertamina menyewa beberapa kapal tanker. Pelumin memiliki tiga kapal tanker dengan kapasitas 35.000 ton.

Adiguna bermitra dengan Tommy Suharto dan Soetikno Soedarjo di PT Mahasarana Buana (Mabuha) sebagai agen pesawat Fokker dan menjual 15 pesawat ke Sempati dan Pelita Air Service milik Tommy Soeharto pada September 1985. 

Adiguna memiliki perusahaan pemasok bahan peledak, serta gudang penyimpanan bahan peledak di Pulau Momoi, dekat Batam. 

Pada 1993, Adiguna mendirikan PT Mugi Rekso Abadi (MRA) bersama Soetikno Soedardjo dan Ongky Soemarmo (yang pernah menjadi direktur eksekutif Grup Humpuss Tommy Suharto). 

Pada bulan Oktober 1992, rekan-rekannya mendirikan franchise Hard Rock Cafe di Jakarta . Pemegang saham mayoritas pendiri adalah Adiguna dan Soetikno. Pemegang saham lainnya adalah Irwan Subiarto, Ongky Soemarno dan Yapto Suryosumarno. 

Situs MRA Group memproklamasikan: “Memimpin dorongan di MRA adalah para eksekutif yang energik dan berdedikasi, dicontohkan oleh Adiguna Sutowo & Soetikno Soedarjo. Mereka mewujudkan karakter tim manajemen muda yang luar biasa: perasaan gelisah yang cerdas. " 

Operasi kelompok tersebut meliputi restoran, majalah dan stasiun radio, kendaraan mewah, hiburan dan hotel. 

Putra Adiguna, Maulana Indraguna Sutowo, yang merupakan suami artis Dian Sastro menjadi CEO MRA Group pada Januari 2017. 


Adiguna telah mengepalai PT Suntri Sepuri, sebuah perusahaan farmasi yang didirikan pada tahun 1998. Perusahaan ini memproduksi antibiotik, kapsul, tablet, sirup dan obat-obatan lainnya.

Kepentingan bisnisnya yang lain termasuk PT Adiguna Shipyard dan PT Indobuild Co. Hotel keluarga Sutowo termasuk: Jakarta Hilton International (berganti nama menjadi Sultan Hotel and Residence), Lagoon Tower Hilton, The Hilton Residence, Patra Surabaya Hilton, dan Bali Hilton. 

Adiguna juga memiliki Hotel Four Seasons dan Apartemen Four Seasons di Bali. Ia membeli Regent Hotel di Kuningan, Jakarta, dan menamainya Hotel Four Seasons.

Kelompok Nugra Santana terpukul terpukul oleh krisis keuangan Asia 1997. Bank Pacific, yang dipimpin oleh adik Adiguna Endang Utari Mokodompit, dilikuidasi oleh pemerintah pada November 1997. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD