sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pengusaha Maskapai Minta TBA Segera Direvisi Imbas Kenaikan Harga Avtur dan Pelemahan Rupiah

Economics editor Rohman Wibowo
05/06/2026 12:30 WIB
Industri penerbangan nasional meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah taktis dalam menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD).
Pengusaha Maskapai Minta TBA Segera Direvisi Imbas Kenaikan Harga Avtur dan Pelemahan Rupiah. (Foto Istimewa)
Pengusaha Maskapai Minta TBA Segera Direvisi Imbas Kenaikan Harga Avtur dan Pelemahan Rupiah. (Foto Istimewa)

Kesenjangan pendapatan menjadi persoalan serius karena rute domestik hanya meraup rupiah, sementara hampir seluruh beban biaya dipatok dalam dolar AS. Bayu membeberkan soal komponen biaya seperti avtur, perawatan, hingga suku cadang memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap mata uang asing.

"Exposure-nya kurang lebih 80 persen totalnya dalam bentuk USD. Sebagian besar avtur itu 35 sampai 40 persen, maintenance, suku cadang itu ya 25 persen ya. Sisanya ya ada insurance, ada training crew, dan lain-lain," kata Bayu.

Kondisi ini diperparah dengan jumlah pesawat yang siap beroperasi menyusut drastis dari 560 unit sebelum pandemi menjadi hanya kisaran 180 hingga 380 unit saja saat ini. Akibat tekanan biaya yang tidak sebanding dengan pendapatan, banyak maskapai terpaksa melakukan efisiensi ekstrem dengan memangkas frekuensi dan menutup rute-rute yang merugikan.

"Industri maskapai sedang survival mode tapi ya tetap harus, kalau tingkat keselamatan melalui maintenance itu kan gitu ya. Jadi ya terpaksa sebetulnya yang dikorbanin bukan-bukan tingkat keselamatannya tapi mengurangi kerugian, survival hanya terbang di rute-rute yang secara ekonomis bisa BEP," ujar dia.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement