sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Penumpang KRL Turun 27 Persen di Hari Pertama WFH ASN

Economics editor Yuwantoro Winduajie
10/04/2026 15:48 WIB
Pemberlakuan kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) mulai Jumat (10/4/2026) berdampak pada penurunan jumlah pengguna Commuter line.
Penumpang KRL Turun 27 Persen di Hari Pertama WFH ASN (FOTO:iNews Media Group)
Penumpang KRL Turun 27 Persen di Hari Pertama WFH ASN (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel – Pemberlakuan kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) mulai Jumat (10/4/2026) berdampak pada penurunan jumlah pengguna Commuter Line di wilayah Jabodetabek.

KAI Commuter mencatat, hingga pukul 11.00 WIB, volume pengguna secara keseluruhan mencapai 335.268 orang atau turun 27 persen dibandingkan Jumat sebelum kebijakan WFH yang mencapai 460.184 orang.

Penurunan ini terlihat signifikan terutama di stasiun-stasiun yang terhubung dengan kawasan perkantoran pemerintahan maupun stasiun integrasi.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda mengatakan, tren penurunan sudah terlihat dari stasiun keberangkatan. Di Stasiun Bogor, jumlah pengguna tercatat 20.431 orang atau turun 26 persen dari sebelumnya 27.659 orang.

Hal serupa juga terjadi di Stasiun Bekasi dengan penurunan 25 persen menjadi 18.633 orang dari sebelumnya 24.835 orang. Sementara itu, Stasiun Sudimara mencatat penurunan paling tinggi di antara stasiun keberangkatan lainnya, yakni 35 persen menjadi 9.382 orang dari sebelumnya 14.390 orang.

Penurunan juga terjadi di stasiun tujuan yang umumnya melayani kawasan perkantoran. Stasiun Juanda mencatat penurunan 24 persen menjadi 11.834 orang dari sebelumnya 15.621 orang. Sedangkan Stasiun Gondangdia turun 29 persen menjadi 13.827 orang dari sebelumnya 19.504 orang.

Kondisi serupa juga terlihat di Stasiun Palmerah yang mengalami penurunan 29 persen menjadi 13.060 orang, seiring berkurangnya mobilitas di sekitar kawasan lembaga negara.

“Stasiun Sudirman dan Stasiun Tanah Abang meski tetap ramai, arus pengguna pada jam sibuk pagi ini terpantau lebih lancar dan terkendali,” kata Karina.

Meski jumlah pengguna menurun, KAI Commuter tetap mengoperasikan layanan secara normal dengan total 1.065 perjalanan per hari untuk melayani masyarakat yang tetap beraktivitas di luar rumah.

“KAI Commuter juga terus memantau pergerakan pengguna secara real-time melalui pusat kendali operasional untuk memastikan bahwa headway (jarak antar kereta) tetap terjaga sesuai jadwal yang ditetapkan,” katanya.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement