Ahmad menambahkan, Bulog dipastikan tidak akan menghentikan penyerapan gabah maupun beras hasil panen lokal meskipun target 4 juta ton telah berhasil dipenuhi.
"Kami meyakini, dengan dukungan seluruh pihak, cita-cita swasembada pangan berkelanjutan akan semakin kokoh dan dapat diwujudkan secara optimal hingga akhir September 2026,” katanya.
Bulog berkomitmen terus mengoptimalkan penyerapan beras lokal sesuai ketersediaan produksi nasional. Kebijakan ini berlanjut sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani, memacu kesejahteraan petani, serta memperkuat cadangan pangan negara.
“Komitmen Bulog adalah terus hadir untuk petani. Setelah target tercapai pun kami akan tetap menyerap hasil panen dalam negeri semaksimal mungkin sesuai penugasan pemerintah dan kapasitas yang tersedia," katanya.
"Langkah ini penting untuk menjaga harga gabah tetap baik di tingkat petani, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memperbesar Cadangan Beras Pemerintah sebagai instrumen utama menjaga stabilitas pangan nasional,” kata dia.
(Nur Ichsan Yuniarto)