AALI
9650
ABBA
222
ABDA
5500
ABMM
2140
ACES
775
ACST
160
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
755
ADMF
8000
ADMG
170
ADRO
2720
AGAR
316
AGII
2000
AGRO
660
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
55
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
140
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1425
AKRA
960
AKSI
284
ALDO
820
ALKA
298
ALMI
290
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/07/01 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
519.46
-1.84%
-9.76
IHSG
6794.33
-1.7%
-117.25
LQ45
974.33
-1.78%
-17.61
HSI
0.00
-100%
-21996.89
N225
25935.62
-1.73%
-457.42
NYSE
0.00
-100%
-14599.59
Kurs
HKD/IDR 1,904
USD/IDR 14,960
Emas
863,215 / gram

Perbanyak Kendaraan Listrik dan SPKLU, PLN Gandeng Bank Himbara

ECONOMICS
Athika Rahma
Jum'at, 24 Juni 2022 14:06 WIB
PLN dan Himbara menjalin kerja sama untuk pembiayaan kendaraan listrik dan pengembangan Stasiun Pengisian Kendaranaan Listrik Umum (SPKLU).
Perbanyak Kendaraan Listrik dan SPKLU, PLN Gandeng Bank Himbara (FOTO: MNC Media)
Perbanyak Kendaraan Listrik dan SPKLU, PLN Gandeng Bank Himbara (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - PT PLN (Persero) dan Himpunan Bank Negara (Himbara) menjalin kerja sama untuk pembiayaan kendaraan listrik dan pengembangan Stasiun Pengisian Kendaranaan Listrik Umum (SPKLU).

Kerja sama ini tertuang dalam Nota Kesepahaman antara direksi PLN dengan BRI, BNI, Mandiri, dan BTN telah ditandatangani di perhelatan forum Energy Transition Working Grup (ETWG) 2 di Labuan Bajo, Jumat (24/6).

Sekertaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial menjelaskan, hal ini menjadi salah satu bagian mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060.

"ESDM mendukung penuh kerja sama yang dilakukan oleh PLN dan Himbara untuk bisa meningkatkan akses masyarakat untuk menjangkau KBLBB ini. Ini upaya bersama kita untuk bisa meningkatkan energi bersih, menekan emisi karbon dan sekaligus menghemat devisa dan menekan angka impor minyak," ujar Ego, Jumat (24/6/2022).
 
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, perlu kolaborasi bersama salah satunya dengan Himbara yang menjadi salah satu akses pembiayaan murah agar kendaraan listrik menjangkau seluruh masyarakat.

Tak hanya kredit kepemilikan kendaraan listrik, PLN saat ini membuka juga peluang kerja sama pihak swasta untuk memasifkan SPKLU. Untuk itu, PLN menggandeng Himbara agar dapat memberikan kredit kepada swasta yang ingin bekerja sama dengan PLN dalam pembangunan SPKLU.

"Untuk memudahkan pelanggan melakukan transaksi pengisian kendaraan listrik di SPKLU, dalam kerja sama dengan Himbara ini nantinya metode payment terintegrasi dengan bank yang tergabung dalam Himbara," ujar Darmawan.

Untuk memudahkan para pengguna kendaraan listrik, PLN gencar membangun SPKLU di Tanah Air. Hingga Mei 2022, PLN membangun 129 unit SPKLU yang terdiri dari SPKLU Fast Charging dan Ultra Fast Charging yang tersebar di 98 titik.

"Targetnya, hingga akhir tahun nanti kami sudah menganggarkan akan menambah 40 unit SPKLU lagi untuk bisa memudahkan masyarakat dalam mengisi kendaraan listriknya," tambah Darmawan.

Direktur Utama BNI, Royke Rumilaar mengatakan, BNI juga berkomitmen mendukung pengembangan green ecosystem salah satunya adalah dengan turut mengembangkan KBLBB melalui bundling produk perbankan.

"Produk perbankan dimaksud adalah dengan memberikan skim khusus pembiayaan kepemilikan Kendaraan Bermotor Listrik, pembiayaan penyediaan SPKLU, serta menyediakan SPKLU di area BNI dan di beberapa lokasi lainnya," ucap Royke.

Sementara, Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Susana Indah Kris Indriati menegaskan komitmen Bank Mandiri dalam mendukung pengembangan EBT di Indonesia. Hal ini sudah ditunjukkan dengan Bank Mandiri sebagai BUMN non-PLN Group pertama yang menempatkan instalasi SPKLU di lingkungan kantor pusat perseroan.

Selain SPKLU ini, lanjut Susana, Bank Mandiri juga konsisten mendukung pengembangan EBT di Indonesia tidak hanya melalui pemasangan SPKLU, namun juga telah bersinergi dengan PLN dan mitra Mandiri dalam memasarkan dan membiayai mobil listrik melalui anak perusahaan, Mandiri Tunas Finance.

"Dukungan lainnya juga terlihat melalui penyaluran pembiayaan untuk sejumlah proyek pengembangan seperti pembiayaan pembangkit listrik tenaga mikro hidro dan pemasaran produk-produk EBT seperti mobil listrik, solar panel hingga kompor induksi," tutup Susana. (RRD)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD