Keikutsertaan PT JOE dalam IPA Convex 2026 juga dimanfaatkan untuk menunjukkan pendekatan perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di wilayah operasional. Adapun, PT JOE memaparkan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan di Pulau Sabira dan sejumlah wilayah lain di Kepulauan Seribu.
Program TJSL tersebut menjadi bagian dari mandat perusahaan sebagai pengelola PI 10 persen Wilayah Kerja (WK) SES di DKI Jakarta.
Dia menyebut fokusnya tidak hanya pada aspek bisnis dan operasional, tetapi peningkatan kualitas hidup masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak aktivitas industri.
Lebih lanjut, empat pilar utama program TJSL yang dipaparkan mencakup penguatan ekonomi lokal melalui dukungan sarana UMKM, peningkatan layanan kesehatan masyarakat termasuk pelaksanaan khitanan massal di Pulau Sabira. Serta penguatan agenda lingkungan melalui pengelolaan sampah dan pelestarian ekosistem laut.
“Program TJSL yang kami laksanakan di Kepulauan Seribu bukan sekadar kewajiban, melainkan wujud nyata komitmen PT JOE untuk hadir dan bermanfaat bagi masyarakat yang hidup berdampingan dengan aktivitas operasional kami,” kata Astar.
(Nur Ichsan Yuniarto)