AALI
8900
ABBA
232
ABDA
6025
ABMM
4650
ACES
625
ACST
210
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
800
ADMF
8525
ADMG
168
ADRO
4050
AGAR
302
AGII
2520
AGRO
640
AGRO-R
0
AGRS
102
AHAP
109
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1605
AKRA
1400
AKSI
324
ALDO
705
ALKA
294
ALMI
380
ALTO
177
Market Watch
Last updated : 2022/09/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.91
-0.84%
-4.57
IHSG
7178.58
-0.56%
-40.32
LQ45
1025.63
-0.68%
-7.01
HSI
17933.27
-1.18%
-214.68
N225
0.00
-100%
-27313.13
NYSE
0.00
-100%
-14236.60
Kurs
HKD/IDR 1,912
USD/IDR 15,030
Emas
805,406 / gram

Pertalite dan Solar Subsidi Diprediksi Bakal Raib di Oktober?

ECONOMICS
Ikhsan PSP
Senin, 15 Agustus 2022 17:13 WIB
Kuota yang sudah ditetapkan pemerintah hanya 23,05 juta KL, sehingga diperkirakan hanya bertahan hingga September 2022.
Pertalite dan Solar Subsidi Diprediksi Bakal Raib di Oktober? (foto: MNC Media)
Pertalite dan Solar Subsidi Diprediksi Bakal Raib di Oktober? (foto: MNC Media)

IDXChannel - Energy Watch memprediksi bahwa akan terjadi kelangkaan bahkan kekosongan suplai bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan solar bersubsidi pada bulan Oktober 2022 mendatang. Kondisi itu bakal terjadi bila pemerintah tidak segera menambah kuota terhadap dua jenis BBM bersubsidi tersebut.

"Saya kira saat ini saja sudah banyak antrian panjang dan ramai di media. Bayangkan kalau nanti benar-benar dry di bulan Oktober ini sampai akhir tahun, saya kira ini akan sangat mengguncang dari sisi sosial," ujar Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan, dalam program Market Review di IDX Channel, Senin (15/8/2022).

Menurut Mamit, bagi sebagian masyarakat terutama yang menggunakan kendaraan bermotor dan juga angkutan umum, pertalite dan solar bersubsidi menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian dan tetap melaksanakan aktivitas ekonomi.

"Jika sampai terjadi kekosongan maka mereka bisa teriak dan akan menimbulkan gejolak terutama gejolak sosial dan politik, apakah pemerintah mampu menahan gejolak tersebut, inikan jadi pertanyaan," tutur Mamit.

Sebelumnya Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkapkan konsumsi BBM jenis Pertalite tahun ini diproyeksikan akan mencapai 28 juta kiloliter (KL). Sementara kuota yang sudah ditetapkan pemerintah hanya 23,05 juta KL, sehingga diperkirakan hanya bertahan hingga September 2022.

Sementara itu, PT Pertamina (Persero) mencatat sampai pada Juli 2022, kuota Jenis BBM Pertalite tersisa 6,2 juta KL dan Jenis BBM Tertentu (JBT) yakni Solar subsidi tersisa 5,1 juta KL. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD