AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

Pertamina: 80 Persen BBM Subsidi Dinikmati Orang Mampu!

ECONOMICS
Viola Triamanda/MPI
Kamis, 30 Juni 2022 16:31 WIB
Pertamina akan melakukan pembatasan penyaluran BBM subsidi. Hal ini dilakukan karena BBM bersubsidi sebagian besar dinikmati oleh golongan masyarakat mampu.
Pertamina: 80 Persen BBM Subsidi Dinikmati Orang Mampu! (FOTO: MNC Media)
Pertamina: 80 Persen BBM Subsidi Dinikmati Orang Mampu! (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - PT Pertamina (Persero) akan melakukan pembatasan dalam penyaluran BBM bersubsidi dan Pertalite, salah satunya dengan aplikasi MyPertamina. Hal ini dilakukan karena BBM bersubsidi sebagian besar dinikmati oleh golongan masyarakat mampu dan kaya.

 Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar masih banyak dikonsumsi oleh masyarakat golongan menegah ke atas yang tergolong mampu.

"Hampir sekitar 60 persen masyarakat menengah ke atas menikmati 80 persen BBM bersubsidi, sedangkan 40 persen masyarakat yang tergolong miskin hanya menikmati 20 persen BBM Bersubsidi" jelasnya dalam konferensi pers di Graha Pertamina, Jakarta, Kamis (30 Juni 2022)

Oleh sebab itu pembatasan yang diberlakukan bertujuan agar distribusi subsidi bisa tepat sasaran.

Selain itu dia juga mengatakan bahwa pemerintah saar ini sudah mengeluarkan subsidi energi hingga 520 triliun. Dan sebagian besarnya adalah subsidi BBM yakni  untuk solar dan pertalite.

"Oleh sebab itu  pertamina ditugaskan untuk menyalurkan bbm bersubsidi ini tepat sasaran dan tepat kuota sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan pemerintah." jelasnya.

Berdasarkan tren konsumsi saat ini, konsumsi pertalite hingga akhir tahun diperkirakan mencapai  sekitar 28 juta Kl, sedangkan tahun ini kuotanya 23,05 juta Kl.

"Hingga Mei 2022 realisasi pertalite itu sudah melebihi kuota sekitar 23 persen itu untuk pertalite, bila kita tidak melakukan pengaturan maka ada prognosa kita akan melebihi kuota yang ditentukan" tutupnya. (RRD)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD