IDXChannel - Hasil riset terbaru dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) memperingatkan adanya risiko kerugian besar bagi Indonesia jika kendala yang dihadapi petani sawit swadaya tidak segera diatasi.
Peneliti dan Analis Kebijakan Senior CIPS, Rahmad Supriyanto memaparkan bahwa negara berisiko kehilangan potensi tambahan produksi minyak sawit mentah (CPO) hingga 4.73 juta ton, potensi tambahan nilai ekspor sebesar USD718,5 juta, serta tambahan Produk Domestik Bruto (PDB) senilai kurang lebih Rp70,3 triliun.
Adapun merujuk data Kementerian Pertanian pada 2026 memperlihatkan bahwa petani mandiri menguasai hampir 41 persen dari keseluruhan lahan sawit nasional serta menyumbang sekitar 35 persen hingga 40 persen dari produksi tandan buah segar (TBS) di Tanah Air.
Meski demikian, tingkat produktivitas lahan yang mereka kelola saat ini baru menyentuh angka 26,5 persen dari kapasitas maksimal yang dapat dicapai.
Rahmad mewanti-wanti soal minimnya produktivitas tersebut merupakan cerminan dari kompleksnya rintangan yang masih dihadapi para petani di lapangan.