Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung penanaman sayuran, termasuk menghadapi musim kemarau mendatang. Dengan bantuan tersebut ia bersama kelompok tani lainnya bisa bersiap menghadapi musim kemarau di Agustus 2026.
“Dengan adanya bantuan ini, nanti kami alokasikan untuk tambahan sayur-mayur. Jadi meskipun nanti di bulan-bulan Agustus itu ada musim kemarau, itu kami juga masih menanam untuk bisa menyuplai program MBG,” kata dia.
Hal serupa disampaikan Dianto (50 tahun), anggota Kelompok Tani Ngudi Santoso. Menurutnya, program MBG mendorong petani menyesuaikan komoditas dengan kebutuhan dapur program tersebut, seperti selada, buncis, wortel, sawi, dan brokoli.
Dia juga menjelaskan perhatian besar dari Pemprov Jawa Tengah yang menyalurkan bantuan pupuk kepada petani.
“Bantuan pupuk yang dihasilkan dari dana hasil cukai tembakau ini untuk persiapan menanam sayur jelang musim kemarau,” ujarnya.
(Dhera Arizona)