“Permintaan tidak hanya dari tengkulak maupun pedagang sayur pada umumnya, tapi juga diserap oleh program MBG,” kata dia.
Agus menyebut kenaikan harga yang dirasakan petani berkisar antara 40 hingga 60 persen, bergantung jenis komoditas. Hal ini membuat dia senang dan bersemangat untuk bertani dan menjadi penopang program yang memberikan gizi kepada anak-anak Indonesia.
“Untuk peningkatan, sekitar 40 sampai 60 persen, bergantung dari jenis komoditas masing-masing sayuran,” ujarnya.
Selain peningkatan harga, dukungan pemerintah juga hadir melalui bantuan pupuk dari Dinas Pertanian Jawa Tengah. Bantuan pasokan pupuk ini turut mendorong produktivitas petani.
“Kami mendapatkan pupuk NPK dan juga pupuk ZA,” ujar dia.