sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

PGE Ungkap Tantangan Pengembangan Panas Bumi: Keekonomian hingga Regulasi Pendukung

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
21/08/2026 18:10 WIB
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mengungkap sejumlah tantangan yang dihadapi pengembang panas bumi di Indonesia, mulai dari aspek keekonomian.
PGE Ungkap Tantangan Pengembangan Panas Bumi: Keekonomian hingga Regulasi Pendukung. (Foto: Doc IDXC)
PGE Ungkap Tantangan Pengembangan Panas Bumi: Keekonomian hingga Regulasi Pendukung. (Foto: Doc IDXC)

Pengembangan beyond electricity tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif pemanfaatan sumber daya panas bumi. Dengan pendekatan ini, panas bumi tidak hanya dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi layanan bernilai tambah.

Di sisi lain, PGE juga menghadapi tantangan operasional berupa natural decline atau penurunan alami reservoir serta usia aset yang semakin tua. Untuk menjaga produksi, perusahaan melakukan pemantauan reservoir secara komprehensif dan menjaga keseimbangan antara produksi dengan injeksi.

PGE juga menerapkan predictive maintenance serta manajemen aset berbasis ISO 55001 untuk menjaga keandalan fasilitas produksi yang telah beroperasi dalam jangka panjang.

Andi menilai tantangan-tantangan tersebut perlu diatasi agar pemanfaatan potensi panas bumi Indonesia dapat dipercepat. Terlebih, panas bumi memiliki karakteristik andal, stabil, dan dapat digunakan sebagai sumber energi baseload.

Memasuki abad kedua industri panas bumi Indonesia, PGE menargetkan peningkatan kapasitas menjadi 1 gigawatt pada 2028 dan 1,8 gigawatt pada 2034.

Menurut Andi, percepatan pengembangan tersebut bukan hanya penting bagi pertumbuhan perusahaan, tetapi juga untuk mendukung ketahanan energi dan penyediaan energi bersih bagi Indonesia.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement