AALI
8025
ABBA
228
ABDA
0
ABMM
810
ACES
1355
ACST
216
ACST-R
0
ADES
1845
ADHI
870
ADMF
7975
ADMG
152
ADRO
1310
AGAR
412
AGII
1020
AGRO
1355
AGRO-R
0
AGRS
346
AHAP
64
AIMS
420
AIMS-W
0
AISA
210
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3130
AKSI
468
ALDO
775
ALKA
240
ALMI
254
ALTO
376
Market Watch
Last updated : 2021/06/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.95
-1.6%
-7.48
IHSG
6007.12
-1.01%
-61.33
LQ45
863.16
-1.64%
-14.36
HSI
28801.27
0.85%
+242.68
N225
28964.08
-0.19%
-54.25
NYSE
16411.65
-1.47%
-244.16
Kurs
HKD/IDR 1,850
USD/IDR 14,360
Emas
827,066 / gram

PLN Disjaya Raih Pendapatan Rp3,44 Triliun hingga April 2021

ECONOMICS
Giri Hartomo/Okezone
Sabtu, 08 Mei 2021 06:12 WIB
PLN Disjaya mencatat penjualan listrik per April 2021 mencapai 2,47 gigawatt (GWh).
PLN Disjaya Raih Pendapatan Rp3,44 Triliun hingga April 2021 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - PT PLN Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) mencatat penjualan listrik per April 2021 mencapai 2,47 gigawatt (GWh). Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan penjualan listrik per Desember 2,48 GWh.  

General Manager (GM) PLN Unit Induk Distribusi (UID) Disjaya Doddy Pangaribuan mengatakan kenaikan penjualan listrik per April 2021 ini ikut mengerek pendapatan perseroan. Di mana PLN Disjaya berhasil meraup pendapatan sebesar Rp3,44 triliun lebih tinggi dibandingkan Desember 2020 yang hanya Rp3,14 triliun.  

"Kita kalau hitung kinerja yang terkait dengan pendapatan pertama dari penjualan listrik artinya berapa energi listrik yang berhasil kami jual kemudian dikonversikan ke rupiah. Kalau energi tadi satuannya Watt hour, di sini sudah samai GWH kemudian pendapatan capai triliun," ujarnya virtual, Jumat (7/5/2021). 

Meski begitu, jika dibandingkan dengan April 2020 (year on year/yoy), total penjualan listrik dan pendapatan di Jakarta Raya masih lebih rendah. Di mana penjualan listrik negatif 1,82%, sedangkan total pendapatan April 2021 yoy negatif 4,17%. 

"Ini karena tahun lalu, pada Januari-Februari penjualan listrik masih normal," kata Doddy. Sementara itu, dari sisi pelanggan pun mengalami kenaikan. Pada April 2021, jumlah pelanggan mencapai 4,80 juta sedangkan per desember hanya 4,75 pelanggan saja.   

Bertambahnya jumlah pelanggan juga membuat jumlah daya listrik yang tersambung pun ikut naik. Berdasarkan data per April 2021 mencapai 19.867 MVA, sedangkan Desember 2020 sebesar 19.674 MVA. 

"Jumlah pelanggan kalau update dari status 2020 akhir ke april 2021 kita memang relatif sedikit nambah," ucapnya.  

Doddy mengatakan, kenaikan penjualan listrik dan penambahan jumlah pelanggan menunjukkan ekonomi mulai perlahan pulih. Sehingga konsumsi listrik masyarakat ikut mengalami kenaikan. 

"Kalau ada penjualan dalam bentuk energi dalam bentuk rupiah, kalau sekarang beban puncak beberapa kebutuhan listrik tertinggi dalam satu waktu dan ini yang menunjukan dinamika atau sedikit misalnya indikator sudah pulih atau belum," jelasnya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD