AALI
9725
ABBA
292
ABDA
5825
ABMM
1365
ACES
1250
ACST
185
ACST-R
0
ADES
3500
ADHI
810
ADMF
7575
ADMG
175
ADRO
2290
AGAR
360
AGII
1430
AGRO
1275
AGRO-R
0
AGRS
150
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
172
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1090
AKRA
705
AKSI
675
ALDO
1370
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
252
Market Watch
Last updated : 2022/01/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
506.44
-0.17%
-0.85
IHSG
6599.33
-0.02%
-1.49
LQ45
945.50
-0.14%
-1.36
HSI
23601.98
-2.83%
-687.92
N225
26170.30
-3.11%
-841.03
NYSE
16236.51
-0.64%
-103.81
Kurs
HKD/IDR 1,844
USD/IDR 14,383
Emas
838,337 / gram

PLTS Sei Mangkei 1,6 GW Beroperasi, Bisa Turunkan Emisi Karbon 1.300 Ton Setahun

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Senin, 11 Oktober 2021 12:26 WIB
PT Pertamina NRE dan PTPN III telah berhail memenuhi target commercial operation date (COD)  Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sei Mangkei 1,6 GW.
PLTS Sei Mangkei 1,6 GW Beroperasi, Bisa Turunkan Emisi Karbon 1.300 Ton Setahun (FOTO: Ilustrasi/MNC Media)
PLTS Sei Mangkei 1,6 GW Beroperasi, Bisa Turunkan Emisi Karbon 1.300 Ton Setahun (FOTO: Ilustrasi/MNC Media)

IDXChannel - PT Pertamina NRE dan PTPN III telah berhail memenuhi target commercial operation date (COD)  Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sei Mangkei 1,6 gigawatt (GW).

PLTS ground mounted dengan kapasitas 2 MW tersebut menyuplai listrik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara. PLTS Sei Mangkei diperkirakan dapat memproduksi listrik hingga 1,6 GW dalam setahun dan berpotensi menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 1.300 ton per tahunnya. Penurunan emisi tersebut setara dengan penyerapan CO2 59.000 pohon dewasa dalam setahun. 

KEK Sei Mangkei merupakan KEK yang dikelola oleh PTPN III dan menjadi KEK pertama di Indonesia yang memiliki konsep green economic zone, yaitu mengutamakan pengembangan energi terbarukan, termasuk penggunaan energi untuk pembangkit listrik. Secara tradisional, kawasan industri merupakan penghasil emisi GRK dalam jumlah besar. Namun dengan konsep green economic zone, kegiatan industri di KEK Sei Mangkei diharapkan lebih ramah lingkungan.

"Transisi menuju energi bersih yang dilakukan Pertamina sejalan dengan konsep green economic zone KEK Sei Mangkei. Kami percaya industri dapat memberikan kontribusi besar bagi upaya dekarbonisasi, yaitu melalui pemanfaatan energi yang lebih bersih dan menurunkan emisi GRK dalam aktivitas bisnisnya," ungkap Dannif Danusaputro, Chief Executive Officer Pertamina NRE dikutip, Senin (11/10/2021).

PLTS tersebut bukan satu-satunya pembangkit listrik energi terbarukan di Kawasan Sei Mangkei. Awal tahun lalu, bersama dengan PTPN III Pertamina NRE juga telah menyelesaikan proyek pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) berkapasitas 2,4 MW. Biogas yang digunakan berasal dari palm oil mill effluent (POME) atau limbah cair kelapa sawit. Bersama-sama, kedua pembangkit tersebut berpotensi menurunkan emisi karbon sebesar 71.300 ton per tahun.

Direktur Utama Holding PTPN III Mohammad Abdul Ghani mengatakan, KEK Sei Mangkei merupakan kawasan industri yang didesain khusus dengan konsep green economic zone dimana penggunaan energi bersih menjadi prioritas utama dalam pengembangan kedepannya. Komitmen dalam penggunaan energi bersih direalisasikan melalui pengembangan sumber-sumber listrik berbasis Energi Baru Terbarukan antara lain pengembangan PLT Biomassa, PLT Biogas dan PLT Surya.

"Upaya-upaya tersebut sejalan dengan target pemerintah dalam mencapai bauran EBT sebesar 23 persen pada tahun 2025. Kami berharap kedepan KEK Sei Mangkei dapat menjadi salah satu contoh kawasan industri berwawasan lingkungan bagi kawasan industri lainnya," ungkapnya.

Pertamina agresif melakukan transisi energi sesuai rencana jangka panjangnya. Sebagai bagian dari praktek environment, social, and governance (ESG), Pertamina memiliki kepedulian bersama masyarakat global untuk menghambat laju perubahan iklim. Pertamina mendukung upaya pemerintah mencapai penurunan emisi GRK sebesar pada tahun 2030. Pertamina juga menargetkan sebesar 17 persen energi bersih dalam portofolio bisnisnya di tahun 2030. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD