AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Tarif Dibuat Kompetitif, Kementerian ESDM Yakin PLTS Atap Bakal Mampu Bersaing

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Kamis, 23 September 2021 09:24 WIB
Kementerian Energi dan Sember Daya Mineral (ESDM) yakin tarif yang ditetapkan pemerintah atas PLTS Atap akan lebih kompetitif di masa mendatang.
Tarif Dibuat Kompetitif, Kementerian ESDM Yakin PLTS Atap Bakal Mampu Bersaing. (Foto: MNC Media)
Tarif Dibuat Kompetitif, Kementerian ESDM Yakin PLTS Atap Bakal Mampu Bersaing. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Untuk memberikan energi listrik yang lebih murah dan efisien, Kementerian Energi dan Sember Daya Mineral (ESDM) yakin tarif yang ditetapkan pemerintah atas PLTS Atap akan lebih kompetitif di masa mendatang.

"Saya yakin tarif PLTS Atap ke depannya mampu bersaing dengan sumber energi lainnya. Apalagi tren teknologi EBT makin ke sini makin efisien dan makin masif sehingga bisa makin murah," ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana, dalam keterangan tertulis, Kamis (23/9/2021).

Rida melanjutkan, pengembangan teknologi Solar Photovoltaic harus diimbangi dengan teknologi baterai. "Ini untuk menyimpan storage system, termasuk pendalaman hidrogen terkait carrier energy," imbuhnya.

Rida menegaskan, hasil riset menunjukkan PLTS Atap akan mampu mengalahkan PLTU seiring perkembangan teknologi baterai di tahun 2028. "Yakin betul saya. Makanya, riset itu perlu dan ini dijadikan investasi masa depan, bukan cost saat ini," jelas Rida.

Selain persoalan tarif PLTS Atap, pemerintah juga mengatur kembali regulasi mengenai PLTS Atap yaitu Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 49 Tahun 2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap Oleh Konsumen PT PLN.

"Semangat regulasi PLTS Atap adalah penghematan sekaligus menggalakkan penggunaan EBT," ungkap Rida.

Secara umum, Rida menjelaskan prinsip pemerintah dalam menyediakan akses energi ketenagalistrikan di Indonesia.

Terdapat lima poin utama, yaitu Kecukupan (implementasi perencanaan kebutuhan listrik nasional), Keandalan (pemanfaatan teknologi pada pembangkit untuk efisiensi), Keberlanjutan (penggunaan EBT/pemasangan PLTS pada pembangkit listrik), Keterjangkauan (mengupayakan harga listrik yang kompetitif sehingga tarif masyarakat terjangkau) dan Keadilan (pemerataan akses listrik melalui peningkatan rasio elektrifikasi). 

"Prinsip 5K ini jadi prinsip kerja sehari-hari kami di Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan untuk menjamin lima hal ini terpenuhi," tandasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD