IDXChannel - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara soal isu kenaikan harga Bahan Bakar Mineral (BBM) pada awal April 2026 imbas lonjakan harga minyak mentah akibat perang di Timur Tengah.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menegaskan, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar harga BBM tidak membebani masyarakat kecil. Dia menyebut, harga BBM subsidi seperti Pertalite hingga saat ini masih tetap stabil.
"Percayalah, nanti tunggu tanggal mainnya Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat, bangsa, dan negara. Bapak Presiden kita ini kan tiap hari memikirkan tentang bagaimana pembangunan negara, tapi juga bagaimana memperhatikan kebutuhan dan kondisi masyarakat kita di bawah," ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Soal BBM nonsubsidi seperti Pertamax dkk, Bahlil belum dapat memastikan soal perubahan harga. Dia hanya menjelaskan dalam Peraturan Menteri ESDM tahun 2022, terdapat dua formulasi harga BBM, yakni sektor industri dan nonindustri.
Mantan Ketua Umum HIPMI itu menegaskan, harga BBM untuk industri akan mengikuti mekanisme pasar karena digunakan oleh perusahaan yang dianggap mampu. Sementara untuk nonindustri, dia tak berkomentar.
"Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan, dia akan mengikuti harga pasar. Itu yang industri," ujarnya.
Pemerintah, kata Bahlil, saat ini lebih fokus pada BBM subsidi karena berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat. Dia memastikan, keputusan pemerintah akan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
"(BBM) Subsidi tunggu tanggal mainnya. Insyaallah saya yakinkan bahwa Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan tentang kondisi masyarakat. Insyaallah baik, nanti tunggu tanggal mainnya ya," kata Bahlil.
(Rahmat Fiansyah)