AALI
8750
ABBA
226
ABDA
6025
ABMM
4470
ACES
650
ACST
193
ACST-R
0
ADES
7150
ADHI
760
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3910
AGAR
296
AGII
2400
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
104
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
143
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1700
AKRA
1375
AKSI
328
ALDO
680
ALKA
286
ALMI
396
ALTO
178
Market Watch
Last updated : 2022/09/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.62
-0.34%
-1.81
IHSG
7112.45
-0.21%
-15.05
LQ45
1015.98
-0.41%
-4.21
HSI
17860.31
0.03%
+5.17
N225
26571.87
0.53%
+140.32
NYSE
0.00
-100%
-13797.00
Kurs
HKD/IDR 1,925
USD/IDR 15,125
Emas
794,741 / gram

Polemik Perbedaan Hasil Tes Swab, Menkes Sebut Tidak Ada Tes PCR yang Sempurna 

ECONOMICS
Rizky Pradita Ananda
Senin, 07 Februari 2022 15:21 WIB
Dengan tegas Menkes Budi menjawab, tidak ada tes swab PCR yang 100 persen pasti sempurna. Ini lah kenapa, di lapangan faktanya bisa terjadi selisih perbedaan.
Tes PCR (Ilustrasi)
Tes PCR (Ilustrasi)

IDXChannel - Kondisi false alarm terkait hasil tes swab Covid-19, ketika hasil tes swab yang satu dengan yang lainnya menunjukkan hasil berbeda yang banyak terjadi di masyarakat belakangan ini, akhirnya dijawab oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.

Dengan tegas Menkes Budi menjawab, tidak ada tes swab PCR yang 100 persen pasti sempurna. Ini lah kenapa, di lapangan faktanya bisa terjadi selisih perbedaan.

“Tidak ada tes PCR yang 100 persen sempurna, karena baik dari senstivitas maupun spesifitasnya kisarannya itu antara  95-99 persen. Jadi kalau sempat tes kita kemarin 500 ribu tes sehari, ya 1 persen atau 5000 yang bisa missed. Tidak ada tes PCR di mana pun di dunia ini yang 100 persen tepat, selalu ada selisihnya,” tegas Menkes Budi, ketika siaran langsung Keterangan Pers Ratas Evaluasi PPKM, Senin (7/2/2022).

Merespon situasi ini, sekarang Kemenkes sudah mengizinkan untuk melakukan tes swab pembanding yang biayanya ditanggung secara pribadi. Terutama bagi pelaku perjalanan luar negeri.

“Untuk kedatangan luar negeri yang sering rame Kemenkes sudah mengizinkan kalau misalnya ada di tes positif, boleh melakukan tes pembanding dan sekaligus 2 lab yang  berbeda dan sudah terakreditasi oleh Kemenkes,” lanjut Menkes Budi.

Dengan tes pembanding tersebut, sehingga bisa dilihat dari tiga hasil tes swab sekaligus sebagai penegak diagnosis.

“Sehingga kalo keluar dua hasilnya, langsung bisa kita liat hasilnya kan jadi ada 3 itu hasilnya. Kalau rasionya 2:1 bilang negatif ya otomatis negatif, kalau  2 dari 3 hasil itu bilang positif ya orang itu positif Covid-19,” pungkasnya singkat. 

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD