AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

PPKM Berlanjut? Satgas Covid-19 Ungkap Faktor yang Paling Menentukan

ECONOMICS
Binti Mufarida/Sindonews
Senin, 02 Agustus 2021 08:22 WIB
Perpanjangan PPKM level 4 ini akan tergantung dari hasil kajian data-data perkembangan Covid-19 selama 7 hari terakhir.
Perpanjangan PPKM level 4 ini akan tergantung dari hasil kajian data-data perkembangan Covid-19 selama 7 hari terakhir.

IDXChannel - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 yang dilaksanakan mulai 26 Juli akan berakhir pada hari ini 2 Agustus 2021. Namun, hingga kini belum ada informasi dari pemerintah pusat apakah PPKM level 4 ini akan berlanjut.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, dr. Alexander K. Ginting mengatakan perpanjangan PPKM level 4 ini akan tergantung dari hasil kajian data-data perkembangan Covid-19 selama 7 hari terakhir.

“Untuk bagaimana selanjutnya PPKM, tentu ini akan tergantung dari berbagai hasil kajian data-data yang ada selama 7 hari terakhir. Dievaluasi mulai dari kasus aktif harian, kemudian juga bagaimana dengan penularannya, dan juga keterisian tempat tidur baik di level Kota ataupun Kabupaten atau juga secara menyeluruh di tingkat Provinsi,” dalam keterangannya, Senin (2/8/2021).

Alex mengatakan bahwa kasus Covid-19 secara nasional dari laporan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 juga Kementerian Kesehatan saat ini terjadi pelandaian baik kasus harian, kasus aktif harian, juga bed occupancy ratio (BOR) di sejumlah rumah sakit rujukan.

“Jadi sebagaimana yang kita dapat dari berbagai data yang dilaporkan oleh Juru Bicara Nasional ataupun juga dari dashboard yang ada di Kementerian Kesehatan maupun di Satgas, kita melihat bahwa yang pertama terjadi pelandaian-pelandaian kasus-kasus harian, kasus aktif harian, dan termasuk juga terjadi penurunan BOR di rumah sakit rujukan,” paparnya.

Alex pun memberikan contoh di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran saat ini terjadi penurunan dari 90% menjadi dibawah 40%. “Sebagai contoh kita lihat di Wisma Atlet terjadi penurunan yang tadinya 90% sekarang di bawah 50%, bahkan di bawah 40%.”

“Dan kita juga melihat bahwa kasus aktif harian juga sudah menurun tidak setinggi sewaktu di tanggal 23 Juli ataupun di 25 Juli,” paparnya.

Namun, kata Alex, penurunan ini tidak boleh membuat kendor dan menurunkan kewaspadaan. “Jadi artinya ini ada penurunan, tetapi penurunan ini tidak membuat kita harus kendor dan kemudian menurunkan kewaspadaan. Kewaspadaan tetap harus menjadi nomor satu sehingga 3M, 3T ini menjadi salah satu instrumen yang harus tetap dilaksanakan,"ujarnya. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD