AALI
10425
ABBA
424
ABDA
0
ABMM
1500
ACES
1405
ACST
282
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1185
ADMF
7975
ADMG
228
ADRO
1860
AGAR
346
AGII
1515
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
204
AHAP
64
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
240
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
635
AKRA
4280
AKSI
430
ALDO
705
ALKA
234
ALMI
234
ALTO
308
Market Watch
Last updated : 2021/10/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
517.26
-0.05%
-0.28
IHSG
6633.34
0.11%
+7.22
LQ45
972.21
-0.05%
-0.45
HSI
25330.96
1.48%
+368.37
N225
29068.63
1.81%
+517.70
NYSE
16744.29
1.4%
+231.13
Kurs
HKD/IDR 1,817
USD/IDR 14,150
Emas
812,528 / gram

PPnBM Diperpanjang hingga Akhir 2021, Begini Nasib Penjualan Mobil Bekas

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Rabu, 22 September 2021 17:24 WIB
Harga mobil baru dengan tawaran diskon PPnBM setara dengan mobil second yang dijualnya saat ini.
PPnBM Diperpanjang hingga Akhir 2021, Begini Nasib Penjualan Mobil Bekas (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Kebijakan Pemerintah terkait relaksasi PPnBM 100% untuk penjualan kendaraan diperpanjang hingga akhir 2021 dan itu berdampak baik bagi pertumbuhan ekonomi. 

Meski demikian, hal ini justru berpengaruh negatif terhadap pasar mobil bekas. Pemilik showroom Maxindo Autocar, Kris (43) yang berada di Bursa Mobil MGK, Kemayoran Jakarta Pusat, menyebutkan kebijakan ini mengindikasi tren penjualan mobil pada showroomnya. 

Saat dijumpai MNC Portal Indonesia, Kris menjelaskan harga mobil baru dengan tawaran diskon PPnBM setara dengan mobil second yang dijualnya saat ini.  

"Kalau untuk pengaruh di penjualan mobil bekas yang pasti sangat berpengaruh, karena pasti harga barunya murah, pasti second-nya pun pasti lebih murah, kalau kita pemilik modal lama, berarti kita gak bisa jual," ujarnya kepada MNC Portal, Rabu (22/9/2021). 

Kris menjelaskan, seperti yang terjadi pada mobil Toyota Vios yang memiliki price list Rp340 juta, saat mendapat potongan PPnBM harga menjadi Rp265 juta pada 2021. "Kalau saya punya yang 2020 atau 2019 dengan modal waktu itu saya beli 270 ya udah gak mungkin jual kan saya, orang pasti milih beli baru dong," sambung Kris. 

Untuk itu Kris mengatakan, hal yang dilakukan untuk saat ini kemungkinan untuk menahan penjualan. Namun hal itu juga menurutnya bukan solusi tepat, pasalnya relaksasi PPnBM sendiri akan berlangsung hingga akhir tahun. 

"Kalau saya pribadi, kalau mau ditahan pun, mau ditahan sampai kapan misal 6 bulan, saya rasa tidak mungkin, saya mungkin lebih baik jual rugi aja," lanjutnya 

Dari hal tersebut, Kris mengindikasikan penjualannya akan menurun bekisar 20% untuk tipe penjualan mobil yang terkena potongan PPnBM. "Kalau kita berbicara penjualan, bisa rugi 20% kalau mobil yang mendapat PPnBM-nya besar," kata Kris. 

Namun Kris memaknai hal tersebut sebagai risiko bisnis yang akan dilewatinya bersama timnya dengan strategi-strategi baru. Misalnya seperti saat ini masyarakat banyak yang mencari mobil di level Rp100 jutaan, maka Kris akan bermain di pasar itu. 

"Tapi itulah Menurut saya risiko dagang, tapi selama itu bisa mendorong perekonomian ya sudah lah, namanya bisnis kan Menurut saya risikonya, tinggal pintar-pintar saja pilih unit," pungkas Kris.

(SANDY)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD