Maruarar mengungkapkan, program ini menjadi sangat penting karena masih terdapat 26,9 juta rakyat Indonesia yang memiliki rumah tetapi dalam kondisi tidak layak huni. Karena itu, peningkatan anggaran diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Selain itu, adanya peningkatan signifikan dalam target jumlah rumah yang direnovasi.
Dia menyebutkan bahwa jumlah program Bedah Rumah yang sebelumnya hanya sekitar 45 ribu unit, tahun depan ditingkatkan menjadi sekitar 400 ribu unit, atau naik hampir delapan kali lipat.
(NIA DEVIYANA)