AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1275
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
188
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1390
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
800
AKSI
755
ALDO
1375
ALKA
314
ALMI
288
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.72
1.77%
+8.94
IHSG
6726.37
1.5%
+99.50
LQ45
959.76
1.74%
+16.42
HSI
24935.43
-0.07%
-16.92
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
16663.77
-0.92%
-155.21
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
847,450 / gram

Prihatin Angka Pengangguran, LaNyalla Minta Pemprov Jatim Siapkan Langkah Konkret

ECONOMICS
Lukman Hakim
Selasa, 09 November 2021 15:39 WIB
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, prihatin dengan angka pengangguran di Jatim.
Prihatin Angka Pengangguran, LaNyalla Minta Pemprov Jatim Siapkan Langkah Konkret(Dok.MNC Media)
Prihatin Angka Pengangguran, LaNyalla Minta Pemprov Jatim Siapkan Langkah Konkret(Dok.MNC Media)

IDXChannel- Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, prihatin dengan angka pengangguran di Jawa Timur (Jatim). Mantan Ketua Umum PSSI itu meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi hal tersebut. Sekaligus menghindari permasalahan sosial lainnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, angka pengangguran di Jatim mencapai 1,28 juta orang. Jumlah ini bertambah 134.330 orang dibanding Februari 2021.

"Pemprov Jatim perlu lebih gencar membuat kebijakan dan upaya-upaya yang bisa membuat pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor. Sehingga membuka lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja yang ada," ujar LaNyalla, Selasa (9/11/2021).

Namun, LaNyalla mengingatkan dalam mengambil langkah Pemprov Jatim harus melihat data-data dari BPS. Terutama sektor apa yang paling banyak membutuhkan tenaga kerja. 

"Berdasar data-data itulah kemudian segera dilakukan pengembangan yang tepat. Melihat juga pendidikan terakhir angkatan kerja yang terbesar," lanjutnya. 

Diketahui, jumlah angkatan kerja Jatim sebanyak 22,32 juta orang atau 70 persen dari keseluruhan penduduk. Sedangkan pekerja dengan pendidikan terakhir Sekolah Dasar (SD) masih cukup tinggi sebanyak 42,58 persen pada Agustus 2021.

Sementara itu, berdasarkan hasil Survey Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2021, tiga lapangan pekerjaan di Jatim yang menyerap tenaga kerja paling banyak adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yaitu sebesar 31,68 persen. 

"Melihat komposisi tersebut Pemprov dapat mengembangkan sektor industri pertanian. Sektor ini cukup signifikan menyerap angkatan kerja dengan kategori pendidikan SD," sarannya. 

LaNyalla menambahkan, selain membuka lapangan kerja, Pemprov Jatim perlu meningkatkan pelatihan-pelatihan kepada angkatan kerja yang baru tamat sekolah atau yang terkena PHK akibat pandemi. 
"Paling tidak mereka memiliki skill yang bisa menjadi bekal sebagai karyawan atau bahkan untuk berwirausaha," pungkasnya. 

(IND)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD