Secara tahunan sampai dengan Oktober, ekspor produk kelapa sawit 2025 mencapai 27.691 ribu ton atau naik sekitar 11,49 persen lebih tinggi dari ekspor 2024 sebesar 24.837 ribu ton.
Menurut negara tujuannya, peningkatan ekspor pada Oktober, antara lain China (203 ribu ton), Pakistan (131 ribu ton), Afrika (52 ribu ton), EU-27 (50 ribu ton), India (38 ribu ton), Bangladesh (32 ribu ton), dan Middle East (28 ribu ton). Sedangkan penurunan ekspor terjadi untuk tujuan USA (-3,2 ribu ton) dan Malaysia (-0,3 ribu ton).
Nilai ekspor produk sawit pada Oktober mengalami peningkatan, dari USD2,528 miliar di September menjadi USD3,292 miliar pada Oktober atau meningkat sebesar 30,22 persen.
Secara tahunan sampai dengan Oktober, nilai ekspor 2025 mencapai USD30,605 miliar lebih tinggi 36,19 persen dari ekspor 2024 sebesar USD22,472 miliar.
Peningkatan nilai ekspor terjadi selain karena meningkatnya volume ekspor juga karena harga rata-rata Januari-Oktober tahun 2025 sebesar USD1.217/ton Cif Rotterdam yang lebih tinggi dari rata-rata Januari-Oktober 2024 sebesar USD1.038/ton Cif Rotterdam.
Dengan stok awal Oktober sebesar 2.592 ribu ton, produksi CPO+PKO 4.757 ribu ton, konsumsi dalam negeri 2.227 ribu ton dan ekspor 2.796 ribu ton, maka stok di akhir Oktober turun menjadi 2.333 ribu ton dari 2.592 pada bulan lalu.
(NIA DEVIYANA)