AALI
10000
ABBA
212
ABDA
0
ABMM
825
ACES
1425
ACST
254
ACST-R
0
ADES
1640
ADHI
1050
ADMF
8000
ADMG
162
ADRO
1185
AGAR
414
AGII
1035
AGRO
880
AGRO-R
0
AGRS
545
AHAP
68
AIMS
510
AIMS-W
0
AISA
256
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
560
AKRA
3130
AKSI
755
ALDO
815
ALKA
240
ALMI
236
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/05/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.85
-1.35%
-6.35
IHSG
5833.86
-1.76%
-104.49
LQ45
869.49
-1.52%
-13.44
HSI
28194.09
0.59%
+166.49
N225
27824.83
-0.92%
-259.64
NYSE
16415.36
1.45%
+233.76
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,280
Emas
850,841 / gram

Proyek ala Silicon Valley Indonesia, Ini Reaksi Ridwan Kamil

ECONOMICS
Agung Bakti/Sindonews
Senin, 12 April 2021 21:31 WIB
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menanggapi rencana pembangunan Bukit Algoritma di Kabupaten Sukabumi yang digadang-gadang bakal menjadi silicon valley Indone
Proyek ala Silicon Valley Indonesia, Ini Reaksi Ridwan Kamil. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menanggapi rencana pembangunan Bukit Algoritma di Kabupaten Sukabumi yang digadang-gadang bakal menjadi silicon valley Indonesia. Dia berharap proyek tersebut bukan hanya sekadar gimmick belaka.

Kang Emil, sapaan akrabnya mengingatkan, proyek Bukit Algoritma yang disebut-sebut menelan investasi hingga Rp18 miliar itu jangan hanya menjadi gimmick, terutama penggunaan istilah silicon valley yang melekat dalam proyek tersebut.

Menurut dia, kawasan silicon valley yang berada di wilayah Santa Clara Valley, bagian selatan Bay Area, San Fransisco, Amerika Serikat bisa berkembang baik karena memiliki tiga faktor pendukung utama. Ketiganya adalah tempat berkumpulnya universitas yang di dalamnya terdapat periset, industri pendukung yang mendukung inovasi, serta adanya institusi finansial.

"Kalau tiga poin tadi tidak hadir dalam satu titik, yang namanya istilah silicon valley itu hanya gimmick branding saja," ujar Kang Emil di Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Senin (12/4/2021).

Oleh karena itu, Kang Emil mengingatkan pihak-pihak yang ingin merealisasikan proyek tersebut memikirkan tiga komponen utama itu secara matang. Selain itu, dia pun mengingatkan, agar berhati-hati menggunakan istilah silicon valley. Meski begitu, secara gagasan, Kang Emil mendukung hadirnya pusat riset di Indonesia.

"Tapi kalau bisa membuktikan tiga komponen itu hadir, ada universitas riset, ada industri yang mengambil riset jadi barang atau jadi inovasi, dan ada pembiayaannya atau angel. Niatnya saya respon, saya dukung, tapi hati-hati kepada semua orang yang dikit-dikit bilang mau bikin Silicon valley," katanya.

Diketahui, rencana menduplikasi konsep silicon valley sempat mengemuka dan akan dibangun di Indonesia. Beberapa lokasi yang sempat digadang-gadang jadi silicon valley Indonesia, antara lain Malang, Yogyakarta, BSD Serpong, hingga Meikarta.

Teranyar, muncul Bukit Algoritma yang dikembangkan perusahaan BUMN konstruksi, PT Amarta Karya (Persero). Pembangunan silicon valley versi Jabar ini diperkirakan menelan investasi hingga 1 miliar Euro atau setara Rp18 triliun.

Dana tersebut akan digunakan untuk peningkatan kualitas ekonomi 4.0, peningkatan pendidikan dan penciptaan pusat riset dan development, serta meningkatkan sektor pariwisata di kawasan seluas 888 hektare itu.

Pengembangan tahap awal diperkirakan memakan waktu tiga tahun. Bukit Algoritma sendiri masuk ke dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pengembangan Teknologi dan Industri 4.0 yang letak persisnya berada di kawasan Cikidang dan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD