AALI
10000
ABBA
212
ABDA
0
ABMM
825
ACES
1425
ACST
254
ACST-R
0
ADES
1640
ADHI
1050
ADMF
8000
ADMG
162
ADRO
1185
AGAR
414
AGII
1035
AGRO
880
AGRO-R
0
AGRS
545
AHAP
68
AIMS
510
AIMS-W
0
AISA
256
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
560
AKRA
3130
AKSI
755
ALDO
815
ALKA
240
ALMI
236
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/05/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.85
-1.35%
-6.35
IHSG
5833.86
-1.76%
-104.49
LQ45
869.49
-1.52%
-13.44
HSI
28194.09
0.59%
+166.49
N225
27824.83
-0.92%
-259.64
NYSE
16415.36
1.45%
+233.76
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,280
Emas
850,841 / gram

Ridwan Kamil Minta Lima Flyover untuk Atasi Macet Seiring Progres Kereta Cepat

ECONOMICS
Agung Bakti/Sindonews
Senin, 12 April 2021 16:53 WIB
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, meminta pemerintah pusat membangun sedikitnya lima flyover seiring percepatan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Ridwan Kamil Minta Lima Flyover untuk Atasi Macet Seiring Progres Kereta Cepat. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, meminta pemerintah pusat membangun sedikitnya lima flyover seiring percepatan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Dia juga menyebutkan progress megaproyek tersebut telah mencapai 70 persen.

"Arahan dari presiden, di semester II 2022, kereta harus sudah bisa dipakai dari Jakarta ke Bandung, di Padalarang dulu. Dari padalarang menggunakan rel kereta langsung ke Kebon Kawung (Stasiun Bandung)," ungkap Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, di Bandung saat ditemui di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Senin (12/4/2021).

Kang Emil berharap, seiring percepatan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, pemerintah pusat segera membangun flyover untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas. Dia menyebutkan, antara Padalarang hingga Kota Bandung, dibutuhkan sedikitnya lima flyover.

Apalagi, kata Kang Emil, sebelum jalur kereta cepat dibangun, arus lalu lintas antara Padalarang hingga Kota Bandung kerap macet, khususnya di kawasan perlintasan sebidang antara rel kereta api dengan jalan raya.

"Aspirasi dari saya cuma satu. Sekarang saja tanpa ada kereta api cepat, jalur Padalarang-Bandung itu bikin macet karena ada perlintasan sebidang. Nah, mereka berkomitmen ada lima titik akan dibangun flyover," katanya.

"Sehingga, kalau nanti ada perlintasan tambahan untuk kereta api cepat, frekuensinya bisa per 15 menit atau 20 menit, itu tidak akan mengganggu lalunya kendaraan di jalan raya," jelas Kang Emil.

Diketahui, Senin (12/4/2021) pagi, Kang Emil mendampingi Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau Depo Kereta Cepat Jakarta- Bandung di Tegalluar, Kabupaten Bandung.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Dwiyana Slamet Riyadi, menyatakan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan meminta PT KCIC terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya jika ada hambatan yang sulit diselesaikan. 

Terlebih, kata dia, proyek ini harus segera selesai karena masuk dalam proyek strategis nasional (PSN). Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri meminta proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung bisa rampung dan mulai digunakan pada semester II tahun 2022. 

"Sejauh ini, pengerjaan proyek sudah hampir 70 persen. Sisanya, diupayakan rampung dalam dua tahun pembangunan," kata Dwiyana. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD