Dia juga mengklaim program cetak sawah di Merauke telah berkontribusi menurunkan harga beras di wilayah tersebut dari sekitar Rp30 ribu menjadi Rp13 ribu per kilogram (kg).
"Yang kami lakukan di Merauke untuk rakyat," kata Amran.
Pernyataan tersebut disampaikan Amran dalam rangka merespons narasi film dokumenter Pesta Babi yang menyoroti dugaan deforestasi di Merauke untuk pengembangan pertanian padi, perkebunan tebu, kelapa sawit, dan peternakan sapi.
Film itu juga mengangkat isu pembelian hutan adat serta dampak lingkungan dari proyek yang terkait dengan target produksi beras, biodiesel B50, dan bioetanol.