Amran menduga kritik terhadap proyek tersebut muncul seiring langkah Indonesia menuju swasembada pangan. Padahal, lahan yang dikembangkan pemerintah merupakan lahan rawa yang dioptimalkan untuk produksi pangan.
Amran menilai film tersebut tidak menampilkan secara utuh keberhasilan program optimalisasi lahan yang telah dijalankan pemerintah di berbagai daerah.
Di sisi lain, sejumlah warga di Distrik Wanam menyatakan harapan agar pembangunan proyek strategis nasional (PSN) food estate terus berlanjut. Petani setempat, Inosensio Sigipse atau yang akrab disapa Papa Ino, menilai proyek tersebut berpotensi mendorong pembangunan infrastruktur dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
"Kalau ada pembangunan, mungkin bisa bangun perumahan dan jalan, supaya kami lebih mudah menjual hasil tani," ujarnya.