Menurut Papa Ino, kondisi ekonomi masyarakat setempat masih menghadapi tantangan karena hasil pertanian tidak selalu terserap pasar. Karena itu, dia berharap proyek pengembangan pangan dapat membuka akses yang lebih luas bagi petani sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Hal senada disampaikan Kleopas Mause, seorang guru sekaligus Ketua Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) di Wanam. Dia menegaskan masyarakat sejak awal menerima kehadiran PSN karena dinilai membawa perubahan, meski belum sepenuhnya merata.
“Sekarang masyarakat sudah mulai terlibat kerja. Memang belum 100 persen, tapi sudah ada perubahan,” kata dia.
Dia juga menyoroti kebutuhan mendesak masyarakat terhadap infrastruktur dasar.