"Alat bongkar muat kita ada yang beberapa masih pakai solar ya. Makanya program kita tahun ini kan elektrifikasi semua. Memang kan banyak ya, sehingga dilakukan secara bertahap," katanya.
Namun demikian Toto menegaskan, PTP Nonpetikemas belum melakukan penyesuaian tarif jasa bongkar muat walaupun harga BBM industri saat ini mengalami kenaikan. Sebab tarif sendiri telah ditetapkan oleh Pemerintah, sehingga perusahaan akan ikut pada aturan yang berlaku.
"Kalau penyesuaian tarif tentu kita harus koordinasi dengan regulator penyesuaiannya. Karena dampak ini kan besar (kalau tarif naik), nanti ke masyarakat bisa seperti apa. (Penyesuaian tarif) kita akan ikut regulator," kata Toto.
"Tentu kita di pelabuhan tidak bisa serta merta menaikan tarif. Semua ada regulasinya. Kita berharap sebetulnya bisa normal kembali sehingga aktivitas kita normal kembali," lanjutnya.
Kesempatan yang sama, Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok Budi Utoyo mengakui bahwa kenaikan harga BBM juga turut membuat para vendor alat berat di pelabuhan meminta penyesuaian nilai kontrak terhadap perusahaan.