IDXChannel - Neraca perdagangan Jepang mengalami defisit untuk pertama kalinya dalam empat bulan karena yen yang lemah meningkatkan nilai impor.
Menurut data dari Kementerian Keuangan, neraca perdagangan mencatat defisit sebesar 378,6 miliar yen atau sekitar Rp42 triliun pada Mei 2026.
Nilai impor meningkat 12,5 persen bulan lalu, sementara nilai ekspor naik 17 persen.
Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (17/6/2026), yen rata-rata diperdagangkan pada 158,29 terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bulan lalu.
Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, nilai tukar yen terhadap dolar AS lebih lemah sekitar 10 persen.