Meskipun demikian, defisit menunjukkan perdagangan dapat membebani pertumbuhan pada kuartal kedua, ketika para ekonom sebagian besar memperkirakan perlambatan karena dampak perang di Iran.
Hal itu menciptakan situasi yang sulit bagi para pembuat kebijakan Bank Sentral Jepang (BOJ), yang mengisyaratkan niat untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk mengendalikan inflasi tanpa menahan ekonomi. BOJ menaikkan suku bunga acuan pada hari Selasa ke level tertinggi sejak 1995 dan berjanji akan ada kenaikan lebih lanjut, yang memicu spekulasi tentang kenaikan selanjutnya sebelum akhir tahun. (Wahyu Dwi Anggoro)