AALI
8750
ABBA
226
ABDA
6025
ABMM
4470
ACES
650
ACST
193
ACST-R
0
ADES
7150
ADHI
760
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3910
AGAR
296
AGII
2400
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
104
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
143
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1700
AKRA
1375
AKSI
328
ALDO
680
ALKA
286
ALMI
396
ALTO
178
Market Watch
Last updated : 2022/09/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.62
-0.34%
-1.81
IHSG
7112.45
-0.21%
-15.05
LQ45
1015.98
-0.41%
-4.21
HSI
17860.31
0.03%
+5.17
N225
26571.87
0.53%
+140.32
NYSE
0.00
-100%
-13797.00
Kurs
HKD/IDR 1,925
USD/IDR 15,125
Emas
794,741 / gram

Punya Potensi Besar, BI Dorong Ekspor Kopi dari Jawa Barat

ECONOMICS
Arif Budianto/Kontributor
Jum'at, 28 Januari 2022 17:49 WIB
Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jawa Barat mendorong penguatan ekspor kopi.
Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jawa Barat mendorong penguatan ekspor kopi. (Foto: MNC Media)
Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jawa Barat mendorong penguatan ekspor kopi. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jawa Barat mendorong penguatan ekspor kopi, melihat potensi kopi Jawa Barat yang cukup besar. Saat ini, ekspor kopi dan turunnya dari Jawa Barat baru sekitar USD40 juta per tahun. 

"Dari sisi potensi sebenarnya dari Jawa Barat cukup besar. Kalau kita lihat Vietnam yang dulu belajar menanam kopi dari kita sudah bisa ekspor hingga 2 miliar dolar per tahun, mestinya Indonesia juga bisa," jelas Kepala BI Jabar Herawanto pada rangkaian acara Cup of Excellence (COE) di Mal PVJ, Kota Bandung, Kamis (27/1/2022) malam. 

Menurut Herawanto, Jawa Barat memiliki kelebihan geografis yang terdiri atas gugusan gunung. Kondisi dataran tinggi itu mendukung untuk menanam berbagai jenis kopi. Saat ini, tercatat ada empat jenis kopi yang bisa ditanya di Jawa Barat. 

"Kita harus all out mendorong komoditas seperti kopi. Karena tanpa bantuan semua, potensi Jabar akan sulit berkembang. Apalagi, ekonomi Jawa Barat merupakan kontributor ekonomi terbesar ketiga secara nasional dengan pangsa sebesar 13,5% dari PDB Indonesia," beber dia. 

Namun, untuk mengoptimalkan momentum pemulihan ekonomi Jawa Barat, khususnya melalui mendorong ekspor dan menggalakan substitusi impor, dilakukan melalui pengembangan komoditas yang memiliki potensi besar untuk menembus pasar global sekaligus menjadi substitusi produk impor di pasar domestik. 

Salah satu komoditas ekspor Jawa Barat yang berpotensi untuk terus dikembangkan adalah kopi yang memiliki selain daya saing ekspor. Hal ini sebagaimana terindikasi dari tingginya ekspor kopi dibandingkan nilai impornya, juga daya jual sebagai substitusi kopi impor yang dijual di pasar domestik. 

"Rangkaian Cup of Excellence yang merupakan sinergi antara Bank Indonesia Jawa Barat bersama Pemprov Jawa Barat dan Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) serta didukung oleh OJK Regional Jawa Barat, perbankan dan para penggiat kopi ini merupakan salah satu upaya strategis untuk mengembangkan kopi specialty khas Jawa Barat menuju pasar global," imbuh dia. 

Sementara itu, Kepala Bappeda Jabar Ferry Sofwan Arif mengatakan, sejak 2014 Jawa Barat telah memurbar lebih dari 15 juta bibit kopi. Saat ini, bibit kopi itu telah mulai dipanen dengan kualitas cukup baik. 

"Kami terus dorong kopi ini dari hilir hingga hulu agar ekspor kita naik. Tapi jangan dilupakan, kebutuhan lokal juga cukup banyak. Ini menjadi peluang bagi kopi Jawa Barat, " imbuh dia. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD