Ketangguhan fiskal yang memikat para investor global bond tersebut juga dibuktikan dengan pos defisit APBN yang berhasil dikelola secara prudent. Hingga akhir April 2026, posisi defisit anggaran negara tetap terjaga ketat pada level rendah, yakni hanya 0,64 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Defisit tidak bertambah, tetapi pertumbuhan ekonomi kita lebih cepat dari desain. Jadi kita bisa manage anggaran lebih efisien dan memastikan sektor swasta lebih hidup lagi,” ujar Purbaya.
Guna memastikan dana yang dihimpun dari surat utang mengalir optimal ke sektor produktif, pemerintah berkomitmen memperkuat iklim usaha lewat koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Langkah konkret diwujudkan melalui pembentukan satuan tugas (satgas) khusus yang didelegasikan untuk memotong birokrasi dan menyelesaikan hambatan investasi di lapangan secara berkala.
“Semua pelaku bisnis boleh melaporkan kendalanya ke satgas, dan setiap minggu kita adakan sidang untuk membereskannya,” kata Purbaya.
(Dhera Arizona)