"Yang jelas, belanja selalu bisa kita kendalikan, income (pendapatan) juga akan kami tingkatkan. Sekarang 20,7 persen pertumbuhannya, pajak. Ke depan akan kita jaga dan mungkin akan tinggi lagi laju pertumbuhannya," kata Purbaya.
Dalam laporannya, Purbaya juga menyoroti defisit keseimbangan primer yang telah menyentuh Rp95,8 triliun, melampaui target defisit yang didesain sebesar Rp89,7 triliun.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, terjadi lonjakan defisit yang signifikan.
Sebagai perbandingan pada Maret 2025 defisit tercatat Rp104,2 triliun (0,43 persen dari PDB) dan Maret 2026 defisit mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen dari PDB).
Dengan demikian, secara tahunan, defisit pada Maret 2026 meningkat sebesar 130,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.